Bapanas Ungkap Harga Plastik Picu Kenaikan Beras dan Gula

Simetrisnews — Kenaikan harga plastik ternyata berdampak pada harga pangan pokok seperti beras dan gula pasir. Temuan ini diungkap Badan Pangan Nasional (Bapanas) setelah menyerap aspirasi pelaku usaha di sektor beras dan gula.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut keterbatasan pasokan plastik memicu penyesuaian biaya kemasan yang kemudian memengaruhi harga jual komoditas.

“Teman-teman pelaku usaha menyampaikan kalau di beras itu Rp350 per kilogram. Kalau di gula sekitar Rp150 per kilogram, artinya cukup berdampak dan ini yang harus kita jaga benar-benar untuk ke depannya,” ujar Ketut dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Meski demikian, hasil pemantauan harga oleh Bapanas menunjukkan kenaikan harga beras dan gula dalam sebulan terakhir masih tergolong wajar karena belum menembus 5–10 persen.

Per 16 April, rata-rata harga beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

  • Zona I: dari Rp12.964/kg menjadi Rp12.965/kg (naik 0,01%)
  • Zona II: dari Rp13.585/kg menjadi Rp13.622/kg (naik 0,27%)
  • Zona III: dari Rp15.056/kg menjadi Rp15.154/kg (naik 0,65%)

Sementara untuk gula pasir, rata-rata harga nasional memang naik, kecuali di wilayah Indonesia Timur yang justru mengalami penurunan.

  • Wilayah selain Indonesia Timur: dari Rp18.240/kg menjadi Rp18.615/kg (naik 2,06%)
  • Indonesia Timur: dari Rp20.412/kg menjadi Rp20.163/kg (turun 1,22%)

Ketut menegaskan, pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas kementerian agar fluktuasi harga plastik tidak semakin memengaruhi harga pangan. Bapanas akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk memastikan pasokan plastik bagi sektor pangan tetap terjaga.

“Kita harus diskusi mendalam karena kalau tidak, harga akan bisa agak sedikit terkoreksi. Kami juga merencanakan rapat besar dengan kementerian/lembaga terkait untuk mencarikan solusi,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan Rp350 per kilogram memang terlihat kecil, tetapi berdampak signifikan ketika dikalkulasikan dalam skala distribusi besar.

Tinggalkan Balasan