Pergeseran AI dari GPU ke CPU Dongkrak Kinerja Keuangan Intel
Simetrisnews — Laporan keuangan terbaru Intel mengisyaratkan pergeseran besar dalam arsitektur beban kerja kecerdasan buatan (AI). Jika sebelumnya GPU mendominasi karena perannya dalam pelatihan model, kini industri mulai bergerak ke fase inferensi dan agentic AI yang lebih mengandalkan CPU.
Pada kuartal yang berakhir Maret 2026, Intel membukukan pendapatan USD 13,6 miliar, naik 7 persen secara tahunan dan melampaui ekspektasi analis. Perusahaan juga menaikkan proyeksi pendapatan kuartal berikutnya ke kisaran USD 13,8–14,8 miliar.
CEO Intel, Lip-Bu Tan, menilai gelombang AI berikutnya akan membawa komputasi lebih dekat ke pengguna akhir.
“Gelombang AI berikutnya akan membawa kecerdasan lebih dekat ke pengguna akhir, bergerak dari model dasar menuju inferensi hingga agentic. Pergeseran ini secara signifikan meningkatkan kebutuhan terhadap penawaran CPU, wafer, dan advanced packaging dari Intel,” ujarnya.
Dampaknya paling terasa pada bisnis data center Intel yang mencetak pendapatan USD 5,1 miliar, jauh di atas proyeksi USD 4,5 miliar. Rasio kebutuhan komponen server AI juga berubah: dari sebelumnya satu CPU untuk delapan GPU (1:8), kini menjadi satu CPU untuk empat GPU (1:4).
CFO Intel, David Zinsner, menyebut teknologi advanced packaging sebagai pendorong utama pertumbuhan foundry, karena sistem server AI kini menggunakan lebih banyak chip dalam satu paket terintegrasi.
Momentum Intel juga dipengaruhi faktor eksternal. Saham perusahaan melonjak hampir tiga kali lipat sejak Agustus dan ditutup di USD 66,78 pada Kamis lalu.
Kenaikan ini beriringan dengan kabar kepemilikan 10 persen saham oleh pemerintahan Donald Trump serta kemitraan strategis dalam proyek pabrik chip AI Terafab milik Elon Musk.
“Terafab sangatlah penting. Menerapkan cara kerja Elon Musk ke dalam bisnis foundry sangat menarik bagi kami,” kata Zinsner.
Meski operasional menguat, Intel tetap mencatat rugi bersih USD 3,7 miliar akibat beban satu kali terkait kepemilikan saham di Mobileye dan penyesuaian investasi pemerintah. Namun, jika pos tersebut dikecualikan, laba bersih Intel mencapai USD 1,5 miliar atau 29 sen per saham.
Tantangan tetap ada. Intel masih tertinggal dari Nvidia dan AMD di pasar akselerator AI kelas atas, sementara permintaan chip PC yang selama ini menopang pendapatan masih lesu.















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.