Update Program 3 Juta Rumah Prabowo: FLPP 350 Ribu Unit, BSPS 406 Ribu Unit, Anggaran Rp58 Triliun

Simetrisnews – Program 3 Juta Rumah menjadi salah satu prioritas utama Prabowo Subianto untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memaparkan perkembangan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), termasuk implementasi Program 3 Juta Rumah di Gedung Bina Graha, Rabu (15/4/2026).

“Presiden melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berencana memanfaatkan aset negara serta tanah yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan rakyat,” ujar Qodari.

Skema pembiayaan dirancang ringan, dengan DP 1 persen dan bunga tetap 5 persen untuk rumah bersubsidi, yang dinilai mampu menekan beban awal masyarakat sekaligus berpotensi menurunkan angka kemiskinan di perkotaan.

Capaian Utama Program 3 Juta Rumah

Sejumlah terobosan yang telah berjalan antara lain:

  • Pembebasan BPHTB bagi MBR
  • Penghapusan retribusi PBG (pengganti IMB) dan percepatan izin dari 28 hari menjadi 10 hari
  • Insentif PPN DTP 100% untuk rumah tapak dan rusun pada 2026–2027
  • Pelonggaran GWM oleh Bank Indonesia dari 5% menjadi 4% melalui KLM dengan likuiditas Rp80 triliun untuk mendorong KPR
  • Renovasi 9.701 rumah tidak layak huni oleh sektor swasta tanpa APBN (skema BSPS)
  • Program Kredit Program Perumahan (KPP/KUR Perumahan) Rp130 triliun untuk pengembang, kontraktor, UMKM, sekaligus sisi permintaan konsumen

Penyaluran FLPP pada 2025 mencapai 278.868 unit dan kuotanya dinaikkan menjadi 350.000 unit pada 2026.

Sebanyak 13 segmen profesi kini bisa mengakses KPR FLPP. Bahkan Bank Central Asia (BCA) meluncurkan KPR MBR berbasis dana internal untuk 1.000 unit rumah.

Akad massal KPR FLPP telah dilakukan sebanyak 26.000 unit dan 50.030 unit secara serentak di berbagai daerah.

Kolaborasi pembiayaan mikro dilakukan bersama:

  • PT Permodalan Nasional Madani
  • PT Sarana Multigriya Finansial

Untuk merenovasi 40.000 rumah sekaligus mendukung usaha produktif MBR.

Alokasi BSPS melonjak dari 45.000 unit (2025) menjadi 406.000 unit (2026) dengan anggaran Rp8,9 triliun.

Proyek dan Kolaborasi Strategis

Beberapa proyek strategis yang berjalan:

  • Rusun subsidi di Meikarta di lahan 30 hektare, potensi 141.000 unit
  • Hunian tetap relokasi bencana bersama Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 2.603 unit di Aceh, Sumut, Sumbar
  • Penataan kawasan padat Menteng Tenggulun menjadi 152 rumah layak huni
  • Program Gentengisasi menyerap 75.000 genteng lokal
  • Penurunan bunga kredit ultra mikro 5% untuk 16,2 juta nasabah Mekaar binaan PNM bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia

Target dan Dukungan Anggaran

Total dukungan anggaran Program 3 Juta Rumah mencapai Rp58 triliun dengan target 790.000 unit rumah dari beberapa instrumen:

  • FLPP: 350.000 unit (Rp33,5 T + SMF Rp6,6 T + SBUM/SSB Rp5,6 T)
  • BSPS: 400.000 unit (Rp8,9 T)
  • PPN DTP: 40.000 unit (Rp3,4 T)
  • KPP/KUR Perumahan: Rp130 triliun selama 5 tahun

Program ini difokuskan pada penguatan sisi suplai dan permintaan perumahan nasional secara bersamaan, dengan melibatkan pemerintah, perbankan, swasta, hingga lembaga sosial.

Tinggalkan Balasan