Review Thrash, Teror Hiu di Tengah Badai Kategori 5 yang Seru Tanpa Basa-basi
Simetrisnews – Butuh tontonan seru, ringan, dan tidak menuntut banyak berpikir? Film terbaru garapan Tommy Wirkola berjudul Thrash bisa jadi pilihan tepat untuk mengawali minggu.
Film ini bisa langsung disaksikan dari rumah, tanpa perlu ke bioskop. Durasinya pun di bawah 90 menit, membuatnya terasa ringkas, padat, dan tanpa banyak pengantar yang bertele-tele.
Sinopsis Thrash
Thrash mengambil latar kota kecil Annieville yang bersiap menghadapi badai kategori 5. Di tengah situasi genting itu, beberapa karakter dengan masalah masing-masing harus berjuang menyelamatkan diri.
Lisa, diperankan Phoebe Dynevor (dikenal dari serial Bridgerton), adalah perempuan hamil besar yang berusaha keras mengevakuasi diri.
Ada Dakota (Whitney Peak), remaja dengan agorafobia yang terjebak di rumah sejak ibunya meninggal. Lalu tiga bersaudara Dee (Alyla Browne), Ron (Stacy Clausen), dan Will (Dante Ubaldi) yang hidup bersama orang tua asuh tempramental, Billy (Matt Nable) dan istrinya Rachel (Amy Matthews).
Bencana makin kacau ketika sebuah truk bermuatan daging mengalami kecelakaan. Muatannya tercecer, menarik hiu-hiu kelaparan masuk ke wilayah banjir. Teror pun dimulai.
Di tengah kekacauan, hadir Dale yang diperankan Djimon Hounsou, sosok peneliti yang berperan sebagai penyelamat.
Review
Jangan remehkan film kelas B. Jika digarap serius, film seperti ini bisa sangat menghibur. Thrash memang bukan film pertama yang mengandalkan teror hiu, tetapi memadukannya dengan film bencana membuatnya terasa lebih segar.
Tommy Wirkola paham betul ritme filmnya. Karakter diperkenalkan cepat, lalu badai datang dan langsung mengurung mereka dalam situasi hidup-mati.
Dakota dipaksa melawan traumanya demi menolong Lisa yang terjebak. Tiga bersaudara harus bertahan dari hiu dan orang tua asuh yang kejam. Situasi semakin intens karena latar bencana membuat ancaman terasa lebih nyata.
Memang, beberapa jumpscare terasa repetitif dan familiar dari film sejenis. Namun eksekusinya rapi dan efektif. Ketika film ingin mengejutkan, ia berhasil melakukannya.
Dari sisi teknis, sinematografi oleh Matt Weston cukup meyakinkan dalam menampilkan kota kecil yang tenggelam. Efek visual di sebagian besar adegan terlihat realistis, meski di bagian akhir green screen tampak cukup jelas.
Namun momen seperti Lisa yang hendak melahirkan saat rumah Dakota hampir roboh dan hiu mengincar dari bawah air, membuat Thrash tetap menjadi tontonan yang seru.
Film ini mungkin bukan tontonan wajib. Tetapi jika ingin melihat bagaimana teror hiu di tengah badai bisa menjadi hiburan yang menyenangkan, Thrash tidak akan mengecewakan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










