John Terry Ditolak Chelsea untuk Tim Utama, Alasan Kontroversi Jadi Sorotan
Simetrisnews – Legenda Chelsea, John Terry, kembali tak dilibatkan dalam struktur tim utama meski menyatakan kesiapan membantu klub di tengah krisis kepelatihan.
Situasi ini muncul setelah Chelsea memecat Liam Rosenior menyusul kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion, yang menjadi kekalahan kelima beruntun. Alih-alih menunjuk pelatih permanen, klub mempromosikan Calum McFarlane sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim.
Terry, yang kini menangani akademi Chelsea, mengaku tidak dihubungi manajemen untuk peran di tim utama.
“Saya tidak yakin seperti apa staf ruang belakang Calum nantinya. Saya belum mendapat telepon, saya belum mendapat pesan. Saya akan melanjutkan peran saya di akademi.. tapi kami semua akan mendukung Calum,” ujar Terry di TikTok.
Menurut laporan talkSPORT melalui jurnalis Andy Jacobs, Terry sempat berharap bisa mengisi posisi sementara tersebut. Namun, klub kembali memilih McFarlane dan menutup peluang bagi Terry.
Alasan di balik keputusan ini diungkap Daily Mail. Jurnalis Riath Al-Samarrai menulis bahwa sejumlah kontroversi yang pernah melibatkan Terry, baik saat masih bermain maupun setelah pensiun, membuat manajemen enggan memberinya peran di level tim utama. Klub disebut menjaga jarak agar reputasi institusi tidak terdampak.
“Terry dijaga cukup dekat untuk menolak anggapan bahwa legenda tersebut terbuang sia-sia, namun keterlibatan yang lebih dalam, terutama di tim utama, dikatakan tidak mungkin terjadi.. banyak eksekutif tampaknya memandang Terry sebagai orang yang tak tersentuh,” tulis Al-Samarrai.
Terry sendiri mengaku frustrasi dan khawatir dengan kondisi klub saat ini.
“Saya duduk di sini malam ini sambil khawatir tentang apa yang akan terjadi dengan klub sepak bola kami… Apakah manajer top sejati akan datang ke Chelsea dalam posisi seperti ini?” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pemain untuk menutup kebisingan eksternal dan fokus menghadapi laga berikutnya melawan Leeds United.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










