Honda Insight Bangkit Jadi SUV Listrik, Produksi Cuma 3.000 Unit dengan Jarak Tempuh 535 Km

Simetrisnews — Nama legendaris Honda Insight resmi dihidupkan kembali oleh Honda dalam wujud yang benar-benar baru. Jika dulu dikenal sebagai pionir hybrid, kini Insight berevolusi menjadi SUV listrik murni (EV) dengan produksi sangat terbatas, hanya sekitar 3.000 unit.

Peluncuran model ini dijadwalkan pada 17 April 2026 di Jepang, dengan banderol 5,5 juta yen atau sekitar Rp 594 jutaan (termasuk pajak).

Insight pertama kali hadir pada 1999 sebagai mobil hybrid massal pertama Honda dan mencatat konsumsi BBM impresif hingga 35 km/liter. Produksinya dihentikan pada Desember 2022 sebelum akhirnya kini dibangkitkan kembali dalam format berbeda.

Pada generasi keempat ini, Insight tidak lagi berwujud sedan hybrid, melainkan SUV crossover listrik penuh. Model ini awalnya dikembangkan untuk pasar China, namun telah disesuaikan untuk kebutuhan pasar domestik Jepang.

Dari sisi desain, Insight tampil futuristik dengan garis bodi tajam dan mengalir. Interiornya mengusung nuansa modern dengan material premium dan ambient light LED yang memperkuat kesan elegan.

Kabin dirancang mengutamakan kenyamanan. Posisi duduk tinggi memberi visibilitas luas, konsol tengah dibuat terbuka untuk memudahkan akses penumpang depan, dan kursi belakang memiliki sandaran yang bisa diatur dengan ruang kaki lega. Sebagai SUV, Insight juga menawarkan bagasi fleksibel dengan kursi belakang lipat dan lantai bagasi yang dapat diatur ketinggiannya.

Di sektor performa, Insight dibekali motor listrik bertenaga dengan baterai besar yang mampu menempuh jarak hingga 535 km berdasarkan standar WLTC. Fitur pengisian cepat (50 kW atau lebih) memungkinkan baterai terisi hingga 80% dalam waktu sekitar 40 menit.

Mobil ini juga dilengkapi empat mode berkendara (Normal, Sport, Econ, Snow) serta sistem keselamatan Honda Sensing yang mencakup 15 teknologi bantuan pengemudi.

Soal harga, Insight dibanderol 5,5 juta yen. Namun berkat subsidi pemerintah Jepang, harganya bisa turun menjadi 4 juta yen. Jika ditambah subsidi dari Pemerintah Tokyo, harga efektifnya bisa ditekan hingga 3 juta yen atau sekitar Rp 323 jutaan.

Tinggalkan Balasan