Kemenaker Gandeng TikTok, Genjot Pelatihan Vokasi untuk Profesi Content Creator hingga Live Commerce
Simetrisnews — Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggandeng TikTok dalam program pelatihan vokasi bertajuk Belajar Implementasi & Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA). Program ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi kreatif di ekosistem digital.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai dalam 10 tahun ke depan sekitar 50% proses bisnis saat ini akan tergantikan model baru. Pergeseran itu ditandai munculnya berbagai profesi baru yang bahkan belum dikenal 5–20 tahun lalu.
Profesi seperti content creator, afiliator, reseller, hingga host live commerce dinilai berkembang pesat, namun belum tentu tercakup dalam kurikulum pendidikan formal. Karena itu, pelatihan vokasi dinilai menjadi instrumen cepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Sekarang ada namanya content creator, afiliator, reseller, live commerce host. Ini semua job title baru. Belum tentu ada kuliah yang spesifik mengajarkan kurikulumnya. Di sinilah pelatihan vokasi bisa kita isi,” ujar Yassierli di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan.
Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dengan platform digital lain seperti Shopee untuk memperluas akses masyarakat terhadap jenis pekerjaan baru di sektor digital commerce.
Target 500 Ribu Lulusan Vokasi per Tahun
Saat ini, program pelatihan vokasi nasional menargetkan 60.000–70.000 lulusan per tahun. Namun melalui kolaborasi dengan platform digital, pemerintah menargetkan lonjakan signifikan hingga 500.000 lulusan per tahun.
Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja membuat banyak pekerjaan kini bersifat fleksibel dan cenderung informal. Meski tidak selalu dalam hubungan kerja formal, pekerjaan ini dapat menjadi solusi ekonomi sementara bagi masyarakat.
Bukan Tujuan Akhir
Yassierli menegaskan pelatihan vokasi bukan tujuan akhir kebijakan ketenagakerjaan. Pemerintah tetap fokus menciptakan lapangan kerja formal dan layak melalui program strategis seperti ketahanan pangan dan hilirisasi industri.
Pelatihan vokasi dinilai sebagai jembatan adaptasi masyarakat terhadap disrupsi model kerja, sembari menunggu penyerapan tenaga kerja formal yang lebih masif dan berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







