8 Doa Agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman
Simetrisnews – Fitnah akhir zaman telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui banyak sabda beliau. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh sekaligus memanjatkan doa perlindungan agar iman tidak goyah di tengah ujian zaman yang kian berat.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Bersegeralah beramal saleh sebelum datang fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap. Seseorang di pagi hari beriman, di sore hari menjadi kafir. Atau di sore hari beriman, di pagi hari menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan sedikit dari dunia.”
Mengutip buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra karya Arsikum Almasyhudi, fitnah di akhir zaman tidak sekadar tuduhan atau kebohongan, tetapi mencakup segala bentuk ujian yang dapat mengguncang keimanan dan akhlak manusia.
Secara bahasa, fitnah berarti ujian atau cobaan. Dalam istilah syariat, fitnah adalah segala hal yang berpotensi menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.
Fitnah terbesar yang disebut Rasulullah SAW adalah kemunculan Dajjal.
“Tidak ada fitnah yang lebih besar sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.” (HR Muslim)
Berikut delapan doa yang dianjurkan untuk diamalkan agar terlindung dari fitnah akhir zaman, dirangkum dari buku Setapak Akhir Zaman karya Thoriq Aziz Jayana.
- Doa Berlindung dari Fitnah Dajjal
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabr, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.
Arti: Memohon perlindungan dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah hidup-mati, dan fitnah Dajjal. - Doa Terhindar dari Musibah
اللهـم ادفع عنا الغلاء والبلاء والوباء والفحشاء والمنكر والشيوف المختلفة والشدائد والمحن ما ظهر منها وما بطن
Latin: Allahummadfa’ ‘annal ghalaa-a wal balaa-a wal wabaa-a wal fahsyaa-a wal munkar…
Arti: Memohon dijauhkan dari bala, wabah, kemungkaran, perpecahan, dan berbagai musibah lahir maupun batin. - Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat (QS Al-Baqarah: 201)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
Arti: Memohon kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari neraka. - Doa Agar Tidak Dihinakan di Hari Kiamat (QS Asy-Syu‘ara: 87-89)
وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَ … إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Arti: Memohon keselamatan pada hari ketika harta dan anak tidak berguna kecuali hati yang bersih. - Doa Dijauhkan dari Kaum Zalim (QS Al-Mu’minun: 94)
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Latin: Rabbi fala taj‘alni fil qaumiz zalimin.
Arti: Memohon agar tidak termasuk golongan orang zalim. - Doa Mohon Dicatat Bersama Orang Saleh
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Arti: Memohon dicatat bersama orang-orang yang menjadi saksi kebenaran. - Doa Dzun Nun Nabi Yunus (QS Al-Anbiya: 87)
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin.
Arti: Pengakuan dosa dan permohonan ampun yang sangat mustajab. - Membaca 10 Ayat Pertama Surah Al-Kahfi
- اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١ قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢ مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ ٣ وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ ٤ مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ٥ فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا ٦ اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ٧ وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ ٨ اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا ٩ اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا ١٠
- Bacaan latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā , qayyimal liyunżira ba
san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-muminīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā , mākiṡīna fīhi abadā , wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā , mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā liābāihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā , fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yuminụ bihāżal-ḥadīṡi asafā , innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā , wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā , am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā , iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyilanā min amrinā rasyadā , fa ḍarabnā ‘alā āżānihim fil-kahfi sinīna ‘adadā - Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan. (Dia juga menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. (Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.” Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an). Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya. Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering. Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami? (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”
Rasulullah SAW menganjurkan membaca sepuluh ayat pertama Surah Al-Qur’an Surah Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
Mengamalkan doa-doa ini secara rutin menjadi ikhtiar spiritual agar tetap teguh dalam iman di tengah derasnya ujian akhir zaman.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







