Konflik Israel-AS vs Iran Memanas, Negara Teluk Terapkan Kuliah Online Demi Keselamatan
Simetrisnews – Sejumlah negara di kawasan Teluk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul eskalasi konflik Israel–Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang semakin memburuk sejak Sabtu (28/2/2026).
Serangan awal dilaporkan dilakukan Israel dan AS ke Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan itu dibalas Iran dengan menyasar Israel serta aset militer AS di kawasan Teluk, memperluas dampak keamanan regional.
Apa yang Terjadi dan Mengapa PJJ Diterapkan?
Langkah PJJ diambil sebagai respons atas situasi keamanan yang dinilai berbahaya dan berpotensi mengganggu keselamatan pelajar serta tenaga pendidik. Pemerintah di sejumlah negara menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama di tengah ancaman serangan lanjutan.
Berikut negara-negara yang menerapkan kebijakan tersebut:
🇧🇭 Bahrain
Kementerian Pendidikan di Bahrain mengumumkan seluruh lembaga pendidikan—mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah negeri dan swasta, hingga perguruan tinggi—beralih ke pembelajaran jarak jauh efektif sejak Minggu (1/3/2026) hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kebijakan ini mewajibkan institusi memastikan keberlanjutan proses belajar melalui platform digital resmi. Otoritas pendidikan juga membuka layanan dukungan teknis guna memastikan transisi berjalan lancar.
Situasi di negara tersebut memanas setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan drone dan rudal skala besar ke pangkalan udara AS di Sheikh Isa, Bahrain, pada Selasa (3/3/2026).
🇶🇦 Qatar
Pemerintah Qatar melalui Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi juga menetapkan seluruh taman kanak-kanak, sekolah negeri dan swasta, pusat pendidikan, serta universitas beralih ke sistem daring mulai Minggu (1/3/2026).
Otoritas setempat mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi dari sumber resmi demi mencegah disinformasi di tengah situasi krisis.
🇮🇷 Iran
Di pusat konflik, Iran menutup sekolah dan kampus hingga waktu yang belum ditentukan. Badan keamanan tertinggi Iran memperkirakan serangan lanjutan masih mungkin terjadi di Teheran dan sejumlah kota lain.
Warga bahkan diminta mempertimbangkan pindah sementara ke kota yang lebih aman jika memungkinkan.
🇦🇪 Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA) menetapkan sekolah dan universitas beralih ke pembelajaran daring pada 2–4 Maret 2026. Pemerintah menyatakan periode tersebut dapat diperpanjang sesuai perkembangan situasi keamanan.
Dampak Global terhadap Pendidikan
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo, menegaskan anak-anak menjadi kelompok paling terdampak dalam konflik bersenjata.
Ia menyebut secara global terdapat 234 juta anak yang hidup di wilayah konflik dan membutuhkan dukungan pendidikan. Sebanyak 85 juta anak di antaranya bahkan tidak bersekolah sama sekali.
Menurut data PBB, sepanjang 2024 tercatat 2.374 serangan terhadap sekolah dan rumah sakit di berbagai wilayah konflik. Dalam situasi seperti ini, pembelajaran digital dinilai menjadi solusi sementara agar akses pendidikan tetap terjaga.
“Pembelajaran digital dapat menawarkan akses ke pendidikan ketika sekolah ditutup atau tidak dapat diakses, atau ketika siswa melarikan diri dari kekerasan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti program Instant Network Schools yang mendukung akses pendidikan digital bagi pengungsi di Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan.
Bagaimana Selanjutnya?
Sejumlah pemerintah di kawasan Teluk menyatakan akan terus mengevaluasi situasi keamanan. Kebijakan PJJ bisa diperpanjang apabila eskalasi konflik belum mereda.
Konflik bersenjata di kawasan ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik dan militer, tetapi juga mengganggu sektor pendidikan, memaksa jutaan pelajar kembali mengandalkan sistem daring demi keselamatan.













