Jalur Vital Minyak Dunia yang Terancam Ditutup Iran

Simetrisnews — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memuncak dengan ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi perdagangan minyak global.


Apa Itu Selat Hormuz?
Selat Hormuz membentang sepanjang 990 km dengan lebar 55–340 km, terletak di antara Iran dan Oman, serta cukup dekat dengan Uni Emirat Arab (65–80 km). Jalur ini menjadi pintu utama ekspor minyak dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas cair dunia melewati selat ini, terutama menuju negara-negara Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Bersama Selat Malaka, Selat Hormuz menjadi salah satu titik minyak paling vital dalam perekonomian global.


Dampak Ancaman Penutupan
Menurut Muyu Xu, analis senior di perusahaan data Kpler, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz telah menurun tajam karena kekhawatiran risiko keamanan maritim. Banyak kapal menganggur di Teluk Oman dan Teluk Persia, meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas pasokan energi dunia.


“Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global. Sekitar 30 persen minyak mentah dunia, hampir 20 persen bahan bakar jet global, serta 16 persen bensin dan nafta melewati jalur ini,” jelas Muyu dalam wawancara dengan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026). Ia menambahkan, gangguan di jalur ini bisa mendorong harga minyak naik tajam dan bertahan tinggi untuk jangka panjang.


Sementara itu, Ali Vaez, direktur proyek Iran di International Crisis Group, memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat mengganggu seperlima perdagangan minyak global dalam semalam, memicu lonjakan harga minyak yang signifikan karena kepanikan pasar.

Ancaman yang Belum Resmi
Meski kapal-kapal di Selat Hormuz menerima transmisi dari pasukan elit Iran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) agar tidak melewati jalur tersebut, pemerintah Iran belum resmi menutup Selat Hormuz. Ancaman ini menjadi perhatian dunia karena setiap gangguan navigasi dapat langsung memengaruhi harga minyak dan stabilitas ekonomi global.

Ancaman Iran ini menegaskan posisi Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi perdagangan energi dunia dan menunjukkan bagaimana gejolak politik dapat berdampak langsung pada ekonomi global.

Tinggalkan Balasan