Jalur Vital Minyak Dunia yang Terancam Ditutup Iran
Simetrisnews — Iran dikabarkan mengancam menutup Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat. Langkah ini berpotensi mengguncang perdagangan energi global.
Seorang pejabat Uni Eropa menyebut kapal-kapal yang melintas telah menerima transmisi dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bahwa tidak ada kapal diizinkan lewat. Namun, Iran belum secara resmi menutup selat tersebut.
Lokasi dan Peran Strategis
Selat Hormuz terletak di antara Iran dan Oman, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini juga berdekatan dengan Uni Emirat Arab.
Lebih dari 20 persen ekspor minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute utama pengiriman minyak dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan UEA ke pasar Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Bersama Selat Malaka, Selat Hormuz termasuk salah satu chokepoint energi paling vital di dunia.
Dampak Jika Ditutup
Analis Kpler, Muyu Xu, menyebut lalu lintas kapal di kawasan tersebut menurun tajam akibat kekhawatiran keamanan. Penumpukan kapal terjadi di Teluk Oman dan Teluk Persia.
Sekitar 30 persen minyak mentah yang diangkut lewat jalur laut dunia melewati Selat Hormuz. Selain itu, hampir 20 persen bahan bakar jet dan 16 persen bensin global juga melalui jalur ini.
Direktur proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, memperingatkan penutupan selat dapat langsung mengganggu seperlima perdagangan minyak dunia dan memicu lonjakan harga tajam.
Jika benar-benar ditutup, dampaknya diperkirakan tidak hanya menaikkan harga minyak, tetapi juga mempertahankannya di level tinggi dalam jangka waktu lama.
















Tinggalkan Balasan