Istri Ali Khamenei Wafat Usai Koma akibat Serangan AS-Israel, Iran Berkabung 40 Hari

Simetrisnews – Kabar duka kembali datang dari Iran. Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat koma akibat luka serius dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Dikutip dari AFP, Senin (2/3/2026), media Iran menyebut Bagherzadeh wafat setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.

Baca Juga :

Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (79) telah koma sejak serangan pada Sabtu (28/2) yang juga menewaskan Khamenei.

“Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, 79 tahun, telah koma sejak serangan pada hari Sabtu yang menewaskan Khamenei,” demikian laporan Tasnim.

Putri dan Cucu Khamenei Ikut Tewas

Sebelumnya, sejumlah anggota keluarga Khamenei juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat di Iran. Media Iran menyebut putri, menantu, hingga cucu Khamenei turut tewas.

Kantor berita Fars News Agency mengonfirmasi kabar tersebut.
“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” tulis Fars, dikutip AFP, Minggu (1/3).

Trump Umumkan Kematian Khamenei

Serangan gabungan AS dan Israel di Iran terjadi pada Sabtu (28/2). Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kematian Khamenei melalui platform media sosial miliknya.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump.
Pada Minggu (1/3), pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Selain itu, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Eskalasi konflik ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas politik serta keamanan regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo