Erick Thohir Sorot Gaji Pemain PSBS Biak Tertunggak, PSSI Siapkan Jalur NDRC
Simetrisnews — Polemik tunggakan gaji pemain PSBS Biak hingga tiga bulan mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menyinggung mekanisme penyelesaian sengketa melalui NDRC (National Dispute Resolution Chamber) sebagai payung hukum perlindungan pemain.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah pemain PSBS mengungkap kondisi mereka di media sosial. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan operator liga I.League sebelumnya telah lebih dulu merespons persoalan tersebut.
Erick menegaskan bahwa sistem di sepak bola Indonesia sebenarnya sudah memiliki jalur penyelesaian yang jelas.
“Sebenarnya kalau isu di persepakbolaan, itu Liga sudah punya mekanismenya ya. PSSI sudah mempunyai payung hukumnya NDRC. Itu pertama di Asia, di mana untuk perlindungan pemain,” kata Erick Thohir di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum, Jakarta, Jumat (17/4).
Ia juga menyinggung peran mekanisme Club Licensing dalam mengontrol kesehatan finansial klub.
“Tapi mekanisme Liga bagaimana mengontrol klub-klubnya itu ada yang namanya Club Licensing. Dan sepengetahuan saya, ada mekanisme Liga yang mengunci pendapatan. Karena dulu Liga memberikan pendapatan kepada masing-masing klub itu hanya kalau tidak salah 5 miliaran, di tahun ini sudah sampai naik ke 17 miliaran,” jelasnya.
Erick memastikan persoalan ini akan segera dibahas langsung dengan manajemen klub.
“Kita tunggu saja karena ini baru diangkat beberapa hari terakhir. Yang pasti, dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak,” tegasnya.
Sebagai informasi, NDRC merupakan badan arbitrase resmi di bawah PSSI yang telah diverifikasi FIFA. Lembaga ini menangani sengketa kontrak pemain, pelatih, dan klub, terutama terkait tunggakan gaji, pemutusan kontrak sepihak, hingga persoalan transfer.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









