BGN Bantah Isu 70 Ribu Motor untuk SPPG, Realisasi 21.801 Unit Sudah Masuk Skema BMN
Simetrisnews – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan kabar pengadaan 70 ribu unit motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak benar.
Menurut Dadan, pengadaan motor listrik tersebut memang tercantum dalam perencanaan anggaran tahun 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya mobilitas Kepala SPPG di berbagai daerah.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Namun, ia memastikan kendaraan tersebut hingga kini belum dibagikan. Seluruh unit masih harus melalui proses administrasi pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Realisasi Bertahap Sejak Desember 2025
Dadan menjelaskan, realisasi pengadaan dilakukan bertahap sejak Desember 2025. Dari total 25.000 unit yang dipesan, motor listrik yang sudah terealisasi sebanyak 21.801 unit.
Ia juga menepis informasi viral di media sosial yang menyebut jumlah motor mencapai 70 ribu unit hanya untuk wilayah Jawa Barat.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya.
BGN berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pengadaan tersebut, kata Dadan, merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG secara nasional.
Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan deretan motor listrik di dalam gudang besar. Pembuat konten menyebut jumlahnya mencapai 70 ribu unit dan dialokasikan untuk SPPG di Jawa Barat, namun klaim tersebut dipastikan tidak sesuai fakta.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













