Simetrisnews – Pemerintah pusat mengintensifkan strategi pengentasan kemiskinan dengan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan peran pemerintah daerah menjadi kunci agar program nasional efektif di lapangan.
Dalam forum koordinasi bersama pemerintah daerah di Bengkulu, 24/04. Ia menekankan pengawalan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat sebagai tanggung jawab lintas level pemerintahan.
“Program pengentasan kemiskinan harus dijaga implementasinya. Fokusnya jelas, pemenuhan gizi, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan penguatan infrastruktur,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, arah pembangunan dinilai semakin tajam pada peningkatan kualitas manusia. Pemerintah memandang kemiskinan tidak cukup diatasi lewat bantuan sosial, melainkan intervensi jangka panjang berbasis SDM.
MBG diposisikan sebagai instrumen pemenuhan nutrisi generasi muda, sementara Sekolah Rakyat menjadi solusi akses pendidikan bagi kelompok rentan. Menurut Rachmat, investasi pada manusia berdampak langsung pada produktivitas ekonomi dan ketahanan sosial.
Bengkulu menjadi perhatian karena tingkat kemiskinan masih di kisaran 12 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sekitar 8 persen. Kesenjangan ini dinilai membutuhkan intervensi yang lebih terarah dan konsisten.
“Daerah harus aktif memastikan program berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegasnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, pemerintah juga menekankan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah sebagai fondasi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Sinergi program sosial dan pembangunan ekonomi diharapkan mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Baca Juga :
- Manchester City Pantau Situasi Enzo Fernandez, Opsi Baru Perkuat Lini Tengah Musim Panas
- Kematian Diogo Jota dan Andre Silva Dipastikan Bukan Perkara Pidana
- Mantan Koki Ungkap Diet Cristiano Ronaldo, Larang Susu Demi Performa dan Umur Panjang
- John Terry Ditolak Chelsea untuk Tim Utama, Alasan Kontroversi Jadi Sorotan
- Arsenal Incar Puncak, Tottenham Dibayangi Tekanan saat Bertamu ke Molineux
