Simetrisnews – Mantan koki pribadi Cristiano Ronaldo, Giorgio Barone, mengungkap salah satu prinsip diet ketat sang megabintang: menghindari susu demi menjaga kesehatan dan performa tubuh di usia 41 tahun.
Ronaldo selama ini dipuji karena konsistensi fisiknya yang prima hingga memasuki dekade kelima hidupnya. Dalam unggahan Instagram kepada ratusan juta pengikutnya, ia pernah menegaskan bahwa umur panjang dan performa tinggi dibangun lewat rutinitas pemulihan harian yang disiplin.
Barone menyebut, keputusan tanpa susu didasarkan pada pandangan bahwa konsumsi susu hewan setelah masa bayi tidak alami bagi manusia.
“Tidak ada susu. Manusia adalah satu-satunya hewan yang meminum susu hewan lain. Setelah masa bayi, hal itu tidak normal. Itu bertentangan dengan alam,” kata Barone.
Selain pola makan, Ronaldo juga menjalani rutinitas latihan hingga empat jam per hari, mengonsumsi enam porsi makanan kecil tinggi protein, serta rutin menggunakan sauna dan mandi es untuk pemulihan.
Persentase lemak tubuhnya disebut berada di angka tujuh persen di bawah rata-rata pemain Liga Premier yang umumnya berada di kisaran delapan hingga 12 persen.
Menu hariannya didominasi alpukat, ikan segar, ayam rendah lemak, sayuran, quinoa, dan buah segar. Ia menghindari gula, tepung, roti, dan pasta. Sarapan biasanya terdiri dari alpukat, kopi tanpa gula, dan telur. Makan siang berupa ayam atau ikan dengan sayuran, sementara makan malam lebih ringan dengan fillet ikan atau daging dan sayuran.
“Diet Cristiano Ronaldo seimbang. Dia makan semuanya sedikit, tapi selalu sehat. Sama sekali tanpa gula,” jelas Barone.
Ronaldo juga dikenal menghindari minuman ringan. Pada UEFA Euro 2020, ia sempat memindahkan botol Coca-Cola saat konferensi pers dan meminta orang minum air putih.
Sebagai perbandingan, penyerang Manchester City, Erling Haaland, justru mengonsumsi susu mentah serta daging organ seperti hati dan jantung. Barone menilai konsumsi organ tersebut sebagai “makanan super” yang sehat.
