All England 2026: Terry Hee/Gloria Widjaja Tersingkir Usai Duel Ketat Lawan Unggulan China
Simetrisnews – Langkah pasangan ganda campuran Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja harus terhenti di babak 32 besar All England Open 2026. Mereka gagal melaju ke 16 besar usai kalah dramatis dari unggulan pertama asal China.
Bertanding di Birmingham, Selasa (3/3/2026), Terry/Gloria takluk dari Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan skor 21-18, 18-21, 19-21.
Baca Juga :
- Demo di Kulon Progo Soroti Pengelolaan PT SAK dan Kebijakan Bupati
- VinFast Gandeng Dua Perusahaan Indonesia, Siapkan 20.000 Mobil Listrik untuk Transportasi Komersial
- 123 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon, Hizbullah Ancam Balasan
- DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Haji di Tengah Konflik Timur Tengah
- Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar
Sempat Unggul, Gagal Kunci Kemenangan
Terry/Gloria membuka pertandingan dengan percaya diri. Mereka tampil agresif dan mampu merebut gim pertama 21-18 dari pasangan unggulan tersebut.
Namun pada dua gim berikutnya, Feng/Huang bangkit dan meningkatkan intensitas permainan. Terry/Gloria yang sempat memberikan perlawanan sengit akhirnya harus menyerah 18-21 dan 19-21 dalam duel tiga gim yang ketat.
“Pasti kecewa tidak bisa menang tapi kami sudah mencoba 100 persen, kami fight setiap poin tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang,” ujar Terry dalam keterangan melalui PBSI.
Ia mengakui bahwa All England selalu menghadirkan persaingan yang sangat ketat. Sejak undian keluar, ia dan Gloria sudah menyadari laga tak akan mudah, namun tetap berusaha menikmati setiap poin.
“Jadi kami tidak mau menyerah sebelum tanding jadi tadi coba enjoy setiap poin,” tambahnya.
Faktor Non-Teknis Jadi Evaluasi
Gloria juga menilai peluang menang sebenarnya terbuka lebar, terutama di poin-poin krusial. Namun, ketenangan menjadi faktor yang kurang maksimal di momen penentuan.
“Pasti di poin krusial itu kan kami berpikir ada peluang (untuk menang), kami pasti mau ambil tapi kami tidak bisa kontrol kemauannya. Jadi mainnya kurang tenang, kurang pas sentuhannya,” ungkap Gloria.
Menurutnya, aspek non-teknis menjadi pekerjaan rumah ke depan, meski secara keseluruhan mereka sudah berjuang maksimal.
Empat Turnamen, Banyak Pelajaran
All England 2026 menjadi turnamen keempat Terry/Gloria sebagai pasangan. Hasil terbaik mereka sejauh ini adalah semifinalis German Open 2026.
Sebelumnya, mereka juga tampil di Indonesia Masters dan Thailand Masters.
Gloria mengaku kemitraannya dengan Terry memberikan pengalaman dan sudut pandang baru dalam kariernya.
“Empat turnamen bersama Terry menjadi pengalaman yang baru untuk saya dan mungkin juga untuk dia. Dengan typical mindset yang berbeda, antara saya dengan Terry, dengan pelatih saya dan dengan pelatih dia Terry jadi itu bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan. Senang sih,” kata Gloria.
Meski gagal melangkah lebih jauh, penampilan mereka di All England 2026 tetap menjadi modal berharga untuk turnamen-turnamen berikutnya.













