Kisah Jendela Hafshah di Masjid Nabawi yang Disebut Terbuka 1.400 Tahun


Simetrisnews — Di area sekitar makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, beredar kisah tentang sebuah jendela yang menghadap langsung ke makam Rasulullah dan disebut-sebut telah terbuka selama 1.400 tahun. Jendela ini dikaitkan dengan sosok Hafshah binti Umar, istri Rasulullah SAW sekaligus putri Umar bin Khattab.

Siapa Hafshah binti Umar?
Hafshah adalah istri keempat Rasulullah SAW. Ia dikenal sebagai perempuan cerdas, berilmu, taat beribadah, serta termasuk sedikit perempuan Quraisy yang mampu membaca dan menulis pada masanya.

Ayahnya adalah Umar bin Khattab, sahabat Nabi yang kemudian menjadi khalifah kedua. Ibunya bernama Zaynab binti Madh’un.

Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW pada tahun 3 Hijriah, Hafshah adalah janda dari Khunais bin Hudzafah, seorang sahabat yang gugur dalam Perang Badar. Rasulullah SAW menikahinya dengan mahar 400 dirham.

Dalam sejarah, Hafshah juga dipercaya menyimpan lembaran-lembaran Al-Qur’an pada masa Khalifah Abu Bakar, karena dikenal amanah dan memiliki kapasitas keilmuan yang baik.

Awal Kisah Jendela
Pada tahun 17 Hijriah, ketika wilayah Islam semakin luas, jumlah jamaah di Masjid Nabawi meningkat pesat. Khalifah Umar bin Khattab memerintahkan perluasan masjid agar dapat menampung lebih banyak umat.

Namun, di sisi selatan makam Nabi berdiri rumah Hafshah—rumah yang penuh kenangan karena dahulu menjadi tempat ia mendampingi Rasulullah SAW. Demi perluasan masjid, rumah tersebut harus dirobohkan.

Awalnya, Hafshah menolak keras dan enggan merelakan rumahnya. Setelah melalui beberapa kali diskusi, ia akhirnya menerima dengan satu syarat: dibuatkan sebuah jendela yang selalu terbuka agar ia tetap dapat memandang makam Rasulullah SAW dari tempat tinggal barunya.
Permintaan itu dikabulkan. Sejak saat itu, jendela tersebut diyakini tidak pernah ditutup.

Penamaan dan Riwayat
Sejumlah ulama klasik menyebut jendela itu dengan nama berbeda. Imam As-Suyuthi menamainya “Jendela Umar bin al-Khattab”, sementara Ibnu Katsir menyebutnya “Jendela Keluarga Umar”.
Hingga kini, kisah tersebut terus diceritakan di kalangan peziarah sebagai bagian dari sejarah emosional keluarga Rasulullah SAW dan perluasan Masjid Nabawi.

Meski demikian, detail historis mengenai kondisi fisik jendela dan kesinambungan strukturnya selama 14 abad kerap menjadi bahan kajian tersendiri dalam studi sejarah arsitektur Islam.

Kisah ini menjadi pengingat tentang kecintaan mendalam seorang istri kepada Rasulullah SAW, sekaligus jejak sejarah perluasan Masjid Nabawi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo