Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Orang Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku

Simetrisnews – Badan pertahanan sipil di Gaza menyebut sedikitnya lima orang tewas akibat serangan Israel. Di tengah gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat antara Israel dan Hamas.

Dilansir AFP, Sabtu (28/2/2026), badan pertahanan sipil Gaza yang beroperasi di bawah otoritas Hamas melaporkan serangan udara pada Jumat dini hari menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu lainnya di wilayah Gaza tengah.

Tak lama setelah tengah malam, serangan drone juga dilaporkan terjadi di selatan Jalur Gaza. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan sejumlah korban luka.

Kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah memasuki fase kedua bulan lalu. Israel dan Hamas saling menuding telah melakukan pelanggaran kesepakatan.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Pasukan Israel mundur ke posisi di belakang apa yang disebut sebagai “Garis Kuning”. Meski demikian, Israel disebut masih menguasai lebih dari setengah wilayah Gaza.

Militer Israel menyatakan pihaknya menyerang anggota Hamas bersenjata di wilayah Rafah, Gaza selatan, pada Jumat malam. Serangan itu diklaim sebagai respons atas dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut telah mengidentifikasi sejumlah pasukan bersenjata yang muncul dari infrastruktur bawah tanah di Rafah timur.

“Tak lama kemudian, pasukan bersama Angkatan Udara Israel menyerang dan melenyapkan beberapa orang untuk menghilangkan ancaman,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Data Korban Tewas Bertambah
Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas melaporkan sedikitnya 618 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai.
Sementara itu, militer Israel menyatakan sedikitnya lima tentaranya tewas dalam periode yang sama.

Pembatasan media dan akses yang sangat terbatas di Gaza membuat AFP tidak dapat secara independen memverifikasi jumlah korban maupun melaporkan situasi pertempuran secara langsung di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo