UEFA Skors Sementara Prestianni Usai Dugaan Rasisme terhadap Vinicius Junior

Simetrisnews – UEFA menjatuhkan hukuman sementara kepada gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, atas dugaan tindakan rasisme terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pada leg pertama play-off Liga Champions. Prestianni dipastikan absen pada leg kedua pekan ini.

Baca Juga :

Insiden tersebut terjadi pada laga di Lisbon pekan lalu. Prestianni diduga melontarkan kata bernada rasis kepada Vinicius sesaat setelah winger asal Brasil itu mencetak gol ke gawang Benfica. Vinicius kemudian melapor kepada wasit Francois Letexier, yang membuat pertandingan sempat dihentikan selama delapan menit sesuai protokol anti-rasisme.

UEFA langsung melakukan penyelidikan. Prestianni membantah tuduhan tersebut, namun rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, mengaku mendengar Prestianni melontarkan kata “monyet” kepada Vinicius hingga lima kali.

Baik Benfica maupun Real Madrid sama-sama menyatakan dukungan kepada pemain masing-masing. UEFA lalu menunjuk inspektur etika dan disiplin untuk menangani kasus ini dengan mengumpulkan keterangan serta bukti dari berbagai pihak.

Mengutip laporan The Athletic, pada Selasa (24/2/2026) UEFA memutuskan menangguhkan sementara Prestianni sehingga ia tidak dapat tampil pada leg kedua melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB. Keputusan ini bersifat sementara sembari proses investigasi berlanjut.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut bahwa Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin (CEDB) menilai terdapat pelanggaran awal terhadap Pasal 14 Aturan Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif, sehingga sanksi penangguhan sementara dijatuhkan.

Sementara itu, laporan ESPN menyebut Prestianni mengklaim dirinya memanggil Vinicius dengan kata “maricon” yang bermakna gay dalam bahasa Spanyol, bukan “mono” atau monyet. Meski demikian, kedua istilah tersebut tetap termasuk pelanggaran Pasal 14.

Apabila terbukti bersalah, Prestianni terancam hukuman larangan bermain minimal 10 pertandingan. Selain itu, Benfica diwajibkan memberikan program edukasi dan kesadaran anti-rasisme kepada sang pemain.

Kasus ini menambah daftar panjang perlakuan rasis yang diterima Vinicius Junior selama berkarier di Real Madrid. Tercatat, lebih dari 20 insiden serupa pernah dialaminya, bahkan beberapa pelaku telah dijatuhi hukuman penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup