Trump Singgung Opsi “Ambil Minyak Iran”, Isyaratkan Bisa Rebut Pulau Kharg

Simetrisnews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu perhatian internasional setelah menyatakan preferensinya untuk “mengambil minyak Iran” di tengah konflik yang terus memanas di Timur Tengah. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan Amerika Serikat merebut Pulau Kharg, yang dikenal sebagai pusat ekspor minyak paling vital bagi Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara, ketika ribuan personel militer tambahan AS dilaporkan mulai tiba di kawasan Timur Tengah seiring eskalasi konflik yang telah memasuki bulan kedua.

Baca Juga :

“Sejujurnya, hal favorit adalah mengambil minyak di Iran. Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” kata Trump.

Pulau Kharg memiliki posisi sangat strategis dalam perekonomian Iran karena menjadi terminal utama pengapalan minyak mentah ke pasar global.

Mengambil alih wilayah tersebut berarti memukul langsung nadi ekspor energi Iran, namun juga berpotensi memicu risiko militer dan geopolitik yang sangat besar.

Trump juga membandingkan pendekatan ini dengan kebijakan AS di Venezuela, di mana Washington berupaya mengendalikan sektor minyak tanpa batas waktu yang jelas.

“Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita memiliki banyak pilihan,” ucap Trump, menambahkan bahwa langkah semacam itu “juga berarti kita harus berada di sana untuk sementara waktu”.

“Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan yang kuat. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah,” cetus Presiden AS tersebut.

Komentar tersebut muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia yang signifikan dalam sebulan terakhir.

Ketidakpastian pasokan akibat konflik di kawasan Teluk dinilai menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga energi global.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa Iran dinilai tidak memiliki pertahanan kuat di titik tersebut dan menyiratkan bahwa AS bisa merebutnya dengan relatif mudah. Namun ia juga mengakui bahwa langkah itu berarti kehadiran militer AS harus berlangsung cukup lama di wilayah tersebut.

Sementara itu, pengerahan pasukan tambahan AS ke Timur Tengah terus berlangsung, termasuk unit tempur darat dan Marinir. Langkah ini disebut sebagai bagian dari perluasan kehadiran militer AS di kawasan konflik.

Sejumlah pengamat menilai bahwa upaya pengambilalihan Pulau Kharg akan sangat berisiko, tidak hanya terhadap keselamatan pasukan AS tetapi juga berpotensi memperluas konflik menjadi lebih panjang dan kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup