Tekanan Angin Ban Jadi Kunci Mudik Aman, Ini Rekomendasi Bengkel

Simetrisnews — Tradisi mudik Lebaran kembali mendekat. Jutaan masyarakat Indonesia bersiap pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, terutama mobil. Namun, selain kondisi mesin, tekanan angin ban menjadi faktor krusial yang sering luput dari perhatian, padahal berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan perjalanan jarak jauh.


Alvan, Supervisor Bengkel My Auto Duren Sawit, Jakarta Timur, menegaskan bahwa tekanan ban harus disesuaikan dengan tipe dan beban kendaraan. Menurutnya, setiap mobil memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi distribusi bobot.
“Ukuran tekanan angin tergantung tipe mobilnya. Kalau mobil Eropa, tekanan ban depan minimal 35 psi karena bobotnya lebih berat di depan,” jelas Alvan.


Untuk kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza, ia menyarankan tekanan sekitar 32 psi untuk ban depan dan 35 psi untuk ban belakang. Sementara pada mobil Sport Utility Vehicle (SUV), tekanan 34 psi di seluruh ban dinilai cukup ideal.


Menurutnya, pada MPV buatan Jepang, beban cenderung lebih banyak di bagian belakang sehingga tekanan ban belakang perlu sedikit lebih tinggi. Meski demikian, angka tersebut bukan patokan mutlak bagi seluruh kendaraan.


Alvan menambahkan, standar pabrikan yang biasanya tertera pada pintu pengemudi atau buku manual tetap menjadi acuan utama. Bahkan, sebagian pengendara memilih menyamakan tekanan ban depan dan belakang, misalnya 32 psi, demi keseimbangan dan kenyamanan berkendara.


Ia mengingatkan, tekanan ban yang terlalu rendah dapat membuat ban cepat aus dan boros bahan bakar, sementara tekanan terlalu tinggi bisa mengurangi daya cengkeram serta meningkatkan risiko pecah ban saat perjalanan jauh.


Karena itu, sebelum berangkat mudik, pengendara disarankan memeriksa tekanan ban sesuai rekomendasi serta menyesuaikannya dengan jumlah penumpang dan barang bawaan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo