Simetrisnews – Setiap manusia tidak luput dari dosa. Kegelisahan hati setelah berbuat salah sering menjadi tanda bahwa nurani masih hidup. Dalam Islam, salah satu amalan yang dianjurkan untuk menggugurkan dosa adalah sholat taubat.
Lalu, kapan waktu terbaik melaksanakan sholat taubat? Bagaimana tata cara, niat, dan doa agar taubat benar-benar diterima Allah SWT?
Berikut panduan lengkap sholat taubat, mulai dari pengertian, waktu pelaksanaan, tata cara, hingga syarat taubat nasuha.
Pengertian Sholat Taubat
Dalam buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa, sholat taubat adalah sholat sunnah yang dikerjakan oleh seseorang yang menyesali dosanya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat dalam QS At-Tahrim ayat 8:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya…”
Taubat yang mencapai derajat taubat nasuha dianjurkan disertai amal kebaikan seperti puasa, sedekah, dan sholat.
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
Mengacu pada buku Panduan Sholat Rasulullah karya Imam Abu Wafa, tidak ada waktu khusus untuk sholat taubat. Sholat ini bisa dilakukan kapan saja setelah seseorang menyadari dosanya.
Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan bahwa ketika seseorang berbuat dosa, ia dianjurkan segera sholat dua rakaat lalu bertaubat.
Meski demikian, banyak ulama menganjurkan pelaksanaan pada sepertiga malam terakhir karena waktu tersebut paling mustajab untuk bermunajat.
Namun, terdapat perbedaan pendapat ulama terkait pelaksanaan di waktu terlarang:
- Setelah Subuh hingga matahari terbit
- Saat matahari tepat di atas kepala
- Setelah Ashar hingga matahari terbenam
Sebagian ulama membolehkan jika taubat harus disegerakan karena kondisi mendesak.
Tata Cara Sholat Taubat (2 Rakaat)
- Membaca niat
- Takbiratul ihram
- Doa iftitah
- Al-Fatihah
- Rakaat pertama membaca Al-Kafirun
- Rukuk, iktidal, sujud, duduk, sujud
- Rakaat kedua membaca Al-Ikhlas
- Tasyahud akhir
- Salam
Setelah salam, dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa taubat.
Bacaan Niat Sholat Taubat
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Sholat Taubat (Sayyidul Istighfar)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Syarat Taubat Agar Diterima Allah SWT
Mengacu pada buku Selancar Takwa Meniti Derajat Muttaqin karya Abdul Adzim Badawi, taubat memiliki syarat:
- Berhenti dari dosa
- Menyesali perbuatan
- Bertekad tidak mengulanginya
- Dilakukan sebelum ajal
- Mengembalikan hak orang lain (jika berkaitan)
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah menerima taubat hamba selama nyawa belum sampai di tenggorokan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)
“Barang siapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, Allah menerima taubatnya.” (HR Muslim)
Sholat taubat bukan sekadar ritual dua rakaat, tetapi bentuk kesungguhan hati untuk kembali kepada Allah SWT dengan penyesalan yang tulus.
Wallahu a’lam.
