Simetrisnews.com

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Melonjak dan BBM Non-Subsidi di RI Ikut Naik

Simetrisnews – Pemerintah Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), hanya sehari setelah sempat dibuka untuk kapal komersial. Langkah ini langsung memicu ketegangan baru di tengah ketidakpastian negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Situasi semakin rumit setelah Donald Trump dan pejabat Iran menyampaikan pernyataan yang saling bertolak belakang soal kelanjutan perundingan kedua negara sebelum masa gencatan senjata berakhir pada 22 April 2026.

Trump menyebut negosiasi lanjutan AS–Iran akan digelar di Islamabad pekan ini. Ia juga kembali melontarkan ancaman akan menyerang infrastruktur strategis Iran jika diplomasi gagal. Pihak Gedung Putih menyatakan JD Vance bersama delegasi AS dijadwalkan berangkat ke Islamabad pada Senin (20/4) malam untuk melakukan pembicaraan pada Selasa (21/4).

Namun di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa delegasi Iran tidak akan menghadiri negosiasi tersebut. Ia menilai terdapat indikasi kuat bahwa AS tidak serius mendorong jalur diplomasi.

Pernyataan ini muncul tak lama setelah militer AS mengumumkan penyitaan kapal kargo Iran bernama Touska pada Senin (20/4) karena dianggap melanggar blokade AS di Teluk Persia. Ini menjadi penyitaan pertama sejak AS memperketat blokade laut terhadap kapal yang keluar-masuk wilayah pesisir Iran pada pekan sebelumnya.

Harga Minyak Melonjak

Dinamika geopolitik ini langsung berdampak ke pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak 7% ke level US$96,6 per barel pada Senin (20/4) sore, setelah sebelumnya sempat anjlok 9% ke US$90,4 per barel pada Jumat (17/4).

Kenaikan tajam ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Dampak ke Dalam Negeri

Lonjakan harga minyak global turut mendorong pemerintah Indonesia menyesuaikan harga BBM non-subsidi per 18 April 2026.

Harga Pertamax Turbo di DKI Jakarta naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Meski demikian, harga Pertamax dan Pertamax Green masih dipertahankan masing-masing di Rp12.300 dan Rp12.900 per liter.

Respons Pasar Global Mixed

Respons pasar keuangan global terhadap perkembangan ini cenderung mixed namun terbatas. Bursa Asia masih menguat pada Senin (20/4), sementara bursa Eropa dan indeks futures AS justru melemah tipis.

Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar mulai terbiasa dengan dinamika konflik dan tarik-ulur negosiasi antara AS dan Iran.

Di sisi domestik, dampak kenaikan harga BBM dinilai relatif terbatas terhadap daya beli masyarakat secara keseluruhan, karena penyesuaian hanya terjadi pada BBM non-subsidi yang menyasar segmen menengah ke atas.

Exit mobile version