URL Berhasil Disalin
URL Berhasil Disalin
Selain Nanas, Ini 4 Kuliner Khas Subang yang Wajib Jadi Oleh-oleh Lebaran 2026
Simetrisnews – Selama puluhan tahun, nanas identik sebagai buah tangan khas Kabupaten Subang. Rasa manis dan segarnya selalu diburu wisatawan maupun pemudik yang melintas. Namun di balik popularitas nanas, Subang menyimpan ragam kuliner tradisional lain yang tak kalah unik dan layak dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Wilayah yang dikenal sebagai Tatar Ranggawulung ini memiliki kekayaan pangan lokal yang diolah menjadi camilan dan makanan khas turun-temurun. Lebaran 2026 bisa menjadi momen tepat untuk menjelajahi pilihan kuliner Subang selain nanas.
Berikut empat kuliner khas Subang yang wajib dicoba:
- Gitrek Singkong – Kasomalang Kulon
Gitrek singkong menjadi camilan renyah dengan cita rasa khas kencur yang kuat, pedas, dan gurih. Berbeda dari keripik singkong biasa, gitrek dibuat dari pati singkong yang diperas, dicampur tepung kanji dan rempah, lalu dicetak menggunakan cetakan khusus sebelum digoreng.
Kudapan khas Kasomalang Kulon ini mudah ditemukan di sepanjang Jalur Pantura Subang dan sentra oleh-oleh Cikalapa. Harganya berkisar Rp15.000–Rp25.000 per bungkus. - Oncom Dawuan – Dawuan
Oncom dari Dawuan dikenal memiliki tekstur padat dan rasa yang lebih bersih karena menggunakan kacang tanah berkualitas tinggi sebagai bahan utama. Produk ini kerap diolah menjadi tutug oncom, gorengan oncom, hingga pelengkap ketupat saat Lebaran.
Oncom Dawuan masih diproduksi dengan metode tradisional turun-temurun. Bisa dibeli di Pasar Dawuan atau kios oncom sekitar Kecamatan Dawuan, dengan harga mulai Rp10.000 per papan. Kini tersedia juga varian oncom kering agar lebih awet. - Papais Cisaat – Ciater
Papais Cisaat adalah kue basah berbahan tepung beras, kelapa parut, atau singkong, yang dibungkus daun pisang dan daun bangban. Terdapat dua varian, yakni Papais Enten (tepung beras) dan Papais Sampeu (singkong).
Kue tradisional ini biasa disajikan saat hajatan, jamuan tamu, hingga momen Lebaran. Papais dijual di sepanjang jalan Desa Wisata Cisaat, Kecamatan Ciater, dengan harga Rp2.000–Rp5.000 per buah. - Peuyeum Ketan Ciruluk – Kalijati
Berbeda dari peuyeum singkong, Peuyeum Ciruluk dibuat dari beras ketan yang difermentasi. Ketan dikukus, diberi air perasan daun katuk sebagai pewarna alami, lalu difermentasi dengan ragi dan dibungkus daun kemiri.
Sentra produksinya berada di Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, dengan harga Rp15.000–Rp25.000 per ikat isi sekitar 10 bungkus. Pembeli biasanya disarankan menyimpan peuyeum satu hingga dua hari agar fermentasi lebih maksimal.
Keempat kuliner ini menjadi bukti bahwa Subang tak hanya soal nanas. Ragam cita rasa tradisionalnya bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang unik, lezat, dan sarat kearifan lokal.
Tinggalkan Balasan
Tutup













