Raja Denmark Kunjungi Greenland, Tegaskan Dukungan di Tengah Ambisi Trump
Simetrisnews – Sejak bergulirnya ucapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang ingin mengambil Greenland. Raja Denmark, Frederik X terus melakukan kunjungan dalam rangka memberikan dukungan terhadap wilayah otonom Denmark.
Kehadiran Frederik disambut Perdana Menteri wilayah tersebut, Jens-Frederik Nielsen. Raja yang kini berusia 57 tahun ini melambaikan tangan kepada para simpatisan yang mengibarkan bendera Greenland di bandara Nuuk.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk kembali ke Greenland dan bertemu dengan rakyat Greenland,” kata Frederik dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/2/2026).
Ia menegaskan kedekatannya dengan rakyat dan kesejahteraan di Greenland.
“Mereka selalu begitu. Mereka akan selalu seperti itu,” katanya.
Ancaman Trump untuk merebut pulau Arktik yang kaya akan mineral itu, telah meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Denmark.
Frederik menghabiskan hari di ibukota Greenland, Nuuk, untuk memulai kunjungan ini. Setelah melakukan pembicaraan dengan Nielsen, dia mengunjungi sebuah sekolah menengah atas dan sebuah perusahaan perikanan. Dia juga dijadwalkan untuk hadir dalam acara minum kopi bersama penduduk setempat di sebuah pusat kebudayaan.
Pada hari Kamis, ia akan menuju Maniitsoq, sekitar 150 kilometer di utara Nuuk. Setelahnya dia akan mengunjungi pusat pelatihan Arktik militer Denmark di Kangerlussuaq, lebih jauh ke utara, pada hari Jumat.
Terlepas dari masa lalu Denmark sebagai kekuatan kolonial di wilayah otonom, kerajaan telah lama menikmati popularitas besar di Greenland.
Frederik, yang menjadi raja pada tahun 2024 setelah pengunduran diri ibunya, Ratu Margrethe, terakhir kali mengunjungi pulau itu pada bulan April 2025. Dia juga berkunjung pada Juli 2024.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen mengatakan bahwa ia yakin Trump masih ingin merebut Greenland, meskipun ia telah menarik kembali ancamannya untuk merebutnya dengan paksa. Trump bersikeras bahwa Greenland yang kaya akan mineral sangat penting bagi keamanan AS dan NATO terhadap Rusia dan China.













