Simetrisnews — Rencana proyek mobil nasional (mobnas) kembali menguat. Badan Pengaturan BUMN menyatakan dukungan percepatan pengembangan mobil nasional sebagai langkah strategis menuju kemandirian industri otomotif Indonesia.
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menggelar pertemuan dengan CTO BPI Danantara sekaligus Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa. Pertemuan tersebut membahas percepatan pengembangan mobil nasional sebagai bagian dari penguatan industri nasional.
“Pengembangan Mobil Nasional tidak sekadar menjadi proyek industri, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem otomotif nasional yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan,” dikutip dari akun Instagram BP BUMN.
Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri otomotif nasional, membuka lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa, serta meningkatkan nilai tambah perekonomian.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan dalam negeri. Ia bahkan menyebut Indonesia menargetkan produksi sedan listrik secara besar-besaran pada 2028.
“Saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujar Prabowo dalam tayangan Sekretariat Presiden.
Menurutnya, Indonesia kini telah memiliki kemampuan memproduksi kendaraan listrik dengan tingkat komponen lokal yang tinggi. Pemerintah juga disebut telah membentuk perusahaan khusus untuk memproduksi sedan listrik tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek mobil nasional akan diarahkan pada kendaraan listrik sebagai fondasi industri otomotif masa depan Indonesia.
