Program Gentengisasi Prabowo Mulai Berjalan, Kawasan Padat Menteng Tenggulun Jadi Percontohan
Simetrisnews – Program gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto mulai direalisasikan di sejumlah daerah. Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pelaksanaan perdana program tersebut dimulai di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.
Baca Juga :
- Apple Siapkan Peluncuran Sejumlah Produk Baru Awal Maret, dari iPhone 17e hingga MacBook M5
- Vicky Prasetyo Diduga Belum Kembalikan Dana Rp700 Juta Modal Pilkada, Korban Tempuh Jalur Hukum
- Pemprov Banten Digugat Perdata Terkait Jalan Rusak di Pandeglang, Begini Penjelasan Resminya
- Arab Saudi Tebar Berkah Ramadan 1447 H, Salurkan Kurma dan Buka Puasa ke 120 Negara Termasuk Indonesia
- Hukum Berhubungan Suami Istri Saat Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Lengkap Dalilnya
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, menyampaikan bahwa program gentengisasi sejalan dengan upaya penataan kawasan padat penduduk.
Program ini menjadi langkah awal memperbaiki kualitas rumah tidak layak huni, meningkatkan sanitasi, serta mendorong penguatan ekonomi warga melalui pembinaan UMKM.
Penataan kawasan Menteng Tenggulun dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, melibatkan Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia perbankan, pelaku corporate social responsibility (CSR), hingga Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta. Program ini menargetkan renovasi 52 rumah, dengan 23 di antaranya merupakan rumah milik pelaku UMKM yang akan mendapatkan pembinaan lanjutan.
“Insyaallah ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM akan diperbaiki, dan 10 UMKM lainnya juga kami bina untuk pembiayaan. Seluruh pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” ujar Sri Haryati, Rabu (25/2/2026).
Tak hanya perbaikan rumah, penataan kawasan juga mencakup pembenahan lorong serta pengembangan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM. Menteng Tenggulun yang selama ini dikenal sebagai kawasan padat di tengah wilayah elite Menteng, disiapkan menjadi pilot project “Kampung Gotong Royong” dengan konsep hunian sehat dan ekonomi warga yang tumbuh.
Program ini turut melibatkan komunitas “Ladies Banker”, yakni kelompok profesional perempuan di sektor perbankan yang memberikan pendampingan kepada UMKM, khususnya dalam literasi keuangan dan pengembangan kreativitas usaha.
Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen menata jalur dan koridor usaha warga agar lebih tertib, nyaman, dan menarik.
Ketua IAI Jakarta periode 2024–2027, Ar. Teguh Aryanto, menambahkan bahwa fokus renovasi diarahkan agar rumah-rumah di Menteng Tenggulun memenuhi standar rumah sehat.
“Perbaikan dilakukan dari aspek sanitasi, pencahayaan, hingga atap rumah. Program gentengisasi ini mengikuti arahan Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng, melainkan genteng yang lebih layak dan tahan lama,” jelasnya.
Ia menyebut lebih dari 50 arsitek IAI Jakarta terlibat secara pro bono dalam perancangan kawasan, mulai dari desain rumah, tata ruang, hingga estetika lorong agar lebih bersih dan memiliki nilai ekonomi.
“Konsepnya bukan sekadar memperbaiki rumah, tetapi membangun semangat gotong royong antara warga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh transformasi kawasan padat menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi,” tutup Sri Haryati.













