Populasi Komodo Terancam, Konservasi Butuh Peran Warga dan Pemerintah
Simetrisnews – Populasi komodo, kadal terbesar dunia yang menjadi hewan endemik Indonesia, kini diperkirakan tinggal 3.319 ekor. Ancaman terbesar datang dari perburuan liar, habitat yang menyusut, dan perubahan iklim, menurut Dosen Biologi Universitas Gadjah Mada, Donan Satria Yudha.
Komodo tidak hanya hidup di Pulau Komodo, tetapi juga di Pulau Rinca, daratan utama Flores bagian utara, serta pulau-pulau kecil sekitarnya. Donan menekankan bahwa kesejahteraan warga lokal berperan penting. Jika masyarakat sejahtera, mereka dapat mendukung pemerintah menjaga kelestarian komodo dan melaporkan aksi perburuan.
Beberapa langkah yang disarankan Donan untuk menekan perburuan liar antara lain:
Penambahan staf polisi hutan di Flores bagian utara.
Penegakan hukum tegas terhadap pemburu dan pembeli hasil buruan.
Program breeding komodo resmi, sehingga kolektor hewan memilih jalur legal.
Selain itu, menjaga habitat juga krusial.
Saat ini, 58 persen habitat komodo berada di Area Penggunaan Lain (APL) atau di luar hutan. Meski Taman Nasional Komodo sudah ada, jumlah personil dan anggaran konservasi masih terbatas. Donan menyarankan:
Memperluas area inti kawasan konservasi.
Menambah wilayah konservasi baru, khususnya di daratan utama Flores utara, untuk menjaga perbedaan genetik antar populasi.
Kolaborasi antara pemerintah, warga lokal, dan pihak terkait menjadi kunci keberhasilan konservasi komodo agar populasinya tidak hanya bertahan, tetapi berpotensi meningkat.













