Simetrisnews – Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026 sebagai langkah konkret melindungi calon jemaah dari praktik haji ilegal dan penipuan travel.
Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dengan Wakapolri Dedi Prasetyo di kantor Kementerian Haji dan Umrah.
“Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi jemaah haji dan umrah Indonesia,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis.
Edukasi, Pengawasan, hingga Penindakan
Komjen Dedi menegaskan Satgas Haji akan bekerja terpadu dari pusat hingga daerah dengan pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi masyarakat hingga penegakan hukum.
Polri akan mengedepankan langkah preemtif melalui sosialisasi masif agar masyarakat tidak tertipu modus travel ilegal. Langkah preventif juga diperkuat dengan pengawasan ketat di bandara dan pelabuhan.
“Penindakan represif dapat berupa tindakan tegas terhadap pelaku penipuan dan haji ilegal,” tegasnya.
Kerugian Capai Rp 92,64 Miliar
Satgas Haji juga akan membuka hotline pengaduan terpadu untuk mempercepat respons laporan masyarakat. Sepanjang 2025, nilai kerugian akibat praktik haji ilegal tercatat mencapai Rp 92,64 miliar.
Polri juga mencatat telah mencegah 1.243 calon jemaah berangkat menggunakan visa non-haji, dengan jumlah terbesar melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Dedi mengimbau masyarakat tidak tergiur penawaran haji dengan visa non-resmi serta memastikan travel memiliki izin resmi.
“Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.
Personel Polri Ditempatkan di Arab Saudi
Polri juga akan menempatkan personel di Arab Saudi untuk memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan setempat, khususnya di Jeddah dan Makkah.
Sementara itu, Dahnil menegaskan pembentukan Satgas Haji juga bertujuan memastikan biaya haji tidak semakin membebani masyarakat di tengah kenaikan biaya global.
“Negara hadir untuk melindungi jemaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan,” kata Dahnil.
