Penetrasi Mobil Listrik di Indonesia Tembus 15 Persen, Pasar EV Melonjak Pesat
Simetrisnews – Penetrasi mobil listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat pada awal 2026. Presiden Direktur PT BYD Indonesia, Eagle Zhao, menyebut kendaraan listrik kini tidak lagi menjadi segmen terbatas, melainkan telah menjadi bagian dari transformasi utama industri otomotif nasional.
“Perkembangan mobilitas listrik di Indonesia bukan lagi niche, melainkan sudah menjadi bagian dari transformasi industri otomotif arus utama,” ujar Eagle Zhao di Jakarta, Selasa (9/3/2026).
Menurutnya, penetrasi mobil listrik di wilayah Jabodetabek telah melampaui 25 persen, sementara secara nasional mencapai sekitar 15 persen. Artinya, dari setiap empat kendaraan baru yang terjual, satu unit di antaranya merupakan mobil listrik.
Pertumbuhan ini tergolong sangat cepat. Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, penetrasi EV di Indonesia melonjak hingga tujuh kali lipat dibandingkan kondisi pada 2023.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan peningkatan penjualan mobil listrik yang signifikan setiap tahun. Pada 2022 penjualan EV tercatat 10.327 unit, kemudian naik menjadi 17.051 unit pada 2023, melonjak menjadi 43.188 unit pada 2024, dan mencapai 103.931 unit pada 2025.
Eagle menilai pertumbuhan ini tidak lepas dari beberapa faktor penting, seperti semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik dengan harga kompetitif, perkembangan teknologi, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan.
BYD sendiri mengklaim turut berperan dalam percepatan adopsi EV di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, perusahaan tersebut mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit mobil listrik, atau meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“BYD Indonesia terus memainkan peran krusial dalam mempercepat transisi menuju solusi mobilitas yang lebih bersih dan canggih,” kata Eagle.

















Tinggalkan Balasan