Pemerintah Berencana Bangun Storage Minyak 3 Bulan Tak Pakai APBN
Simetrisnews – Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak (storage) yang mampu menampung cadangan hingga tiga bulan, mengikuti standar internasional. Langkah ini dilakukan karena kapasitas penyimpanan minyak di Indonesia saat ini masih terbatas, yakni hanya mampu menampung sekitar 21 hingga 25 hari.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan storage minyak tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Makanya dengan kejadian storage kita yang cuma 21 hari, 25 hari, perintah Bapak Presiden Prabowo, harus kita bangun minimal storage kita tiga bulan,” ujar Bahlil dalam tayangan podcast Abuleke di kanal YouTube Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dikutip Rabu (11/3/2026).
Bahlil juga menanggapi perbandingan cadangan minyak Indonesia dengan negara lain yang memiliki kapasitas jauh lebih besar. Salah satu contohnya adalah Jepang yang memiliki cadangan minyak hingga sekitar 290 hari.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas cadangan minyak di Indonesia terjadi karena sebelumnya belum ada investasi yang masuk untuk membangun fasilitas penyimpanan tersebut.
“Nah sekarang kenapa tidak kita lakukan? Baru kita mau lakukan karena investasinya baru ada,” jelas Bahlil.
Ia menegaskan pembangunan storage minyak ini tidak akan menggunakan dana APBN, melainkan melalui kerja sama dengan pihak swasta yang siap berinvestasi.
“Enggak pakai APBN. Investor sudah ada. Jadi kita harus mengundang swasta juga. Kita minta mereka bangun storage tanpa dana APBN, tapi itu akan menjadi cadangan negara kita,” katanya.
Bahlil menjelaskan nantinya minyak yang tersimpan di fasilitas tersebut dapat dibeli oleh perusahaan energi seperti Pertamina maupun perusahaan lainnya.
Untuk skema transaksi, pemerintah berencana menggunakan rupiah agar tidak membebani cadangan devisa negara.
“Belinya pakai rupiah supaya devisa kita tidak keluar. Jadi negara tidak lagi mengeluarkan devisa, tetapi pihak swasta yang membangun storage itu juga bisa membeli crude dari luar, namun pasar utamanya tetap di dalam negeri,” terang Bahlil.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.












