Panduan Lengkap Daftar Haji Reguler dan Cara Cek Nomor Porsi Secara Online
Simetrisnews – Pendaftaran haji reguler menjadi pintu awal bagi umat Islam yang ingin berangkat ke Tanah Suci melalui jalur resmi pemerintah. Proses ini memiliki tahapan administratif yang wajib dipahami sejak awal, mulai dari pemenuhan dokumen, setoran awal, hingga memperoleh nomor porsi sebagai tanda antrean keberangkatan.
Syarat Pendaftaran Haji Reguler
Mengacu pada informasi resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut syarat yang harus dipenuhi calon jemaah:
- Beragama Islam
- Berusia minimal 12 tahun saat mendaftar
- Memiliki kartu identitas sesuai domisili
- Memiliki Kartu Keluarga (KK)
- Memiliki dokumen pendukung (akta kelahiran/akta nikah/ijazah/surat kenal lahir)
- Memiliki tabungan atas nama sendiri di BPS-BPIH
Alur Pendaftaran Haji Reguler
- Membuka tabungan haji di BPS-BPIH dengan setoran awal Rp25 juta.
- Menandatangani surat pernyataan pemenuhan syarat dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
- Setoran awal ditransfer ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji melalui BPS-BPIH.
- Bank menerbitkan bukti setoran awal disertai nomor validasi.
- Bukti setoran ditempeli pas foto 3×4 dan meterai.
- Datang ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota maksimal 5 hari kerja setelah setoran untuk verifikasi.
- Mengisi Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).
- Menerima bukti pendaftaran berisi nomor porsi haji yang telah ditandatangani dan distempel.
- Kemenag menerbitkan 5 lembar bukti cetak SPPH sebagai arsip.
Fungsi Nomor Porsi Haji
Nomor porsi adalah identitas resmi calon jemaah dalam daftar antrean haji nasional. Nomor ini menjadi rujukan utama untuk mengetahui estimasi tahun keberangkatan.
Cara Cek Nomor Porsi Haji Secara Online
Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dengan langkah berikut:
- Siapkan nomor porsi, KTP, dan buku tabungan haji.
- Buka browser dan akses laman: haji.kemenag.go.id
- Pilih menu Cek Porsi Haji.
- Masukkan nomor porsi pada kolom yang tersedia.
- Klik tombol Cek/Cari.
- Sistem akan menampilkan data:
- Nama calon jemaah
- Nomor porsi
- Perkiraan tahun keberangkatan
- Status pendaftaran
- Simpan atau cetak hasil pengecekan sebagai arsip.
Memahami alur ini sejak awal membantu calon jemaah menghindari kesalahan administrasi serta memantau antrean keberangkatan secara mandiri.













