Oxford United di Ujung Tanduk, Menang Jadi Harga Mati Demi Hindari Degradasi

Simetrisnews – Oxford United berada dalam situasi genting di EFL Championship. The U’s kini terancam degradasi ke League One, dengan posisi masih terperosok di zona merah klasemen.

Oxford United sementara menempati peringkat ke-23 alias dua terbawah klasemen dengan koleksi 29 poin dari 33 pertandingan. Di atas mereka ada Sheffield Wednesday yang mengoleksi poin lebih banyak meski mendapat pengurangan poin. Sementara di bawah Oxford terdapat Leicester City dengan 33 poin, yang juga terkena sanksi pengurangan angka akibat persoalan finansial klub.

Untuk keluar dari zona degradasi, Oxford United setidaknya membutuhkan tambahan lima poin agar bisa naik ke posisi ke-21, yang saat ini ditempati West Bromwich Albion dengan 34 poin.

Masih tersisa 13 laga lagi di Divisi Championship. Peluang Oxford sejatinya masih terbuka, namun konsistensi kemenangan menjadi syarat mutlak. Sayangnya, performa tim belum stabil.

Dalam lima laga terakhir, Oxford hanya mampu meraih satu kemenangan, sekali imbang, dan menelan tiga kekalahan.

Pergantian manajer pun telah dilakukan. Posisi pelatih kini dipegang Matt Bloomfield, menggantikan Gary Rowett. Namun, efek pergantian tersebut belum signifikan. Bloomfield baru mencatat satu kemenangan dari delapan laga Championship yang sudah dijalani.

Di sisi lain, perhatian publik Indonesia tertuju pada Ole Romeny. Pemain Timnas Indonesia itu sudah tampil 13 kali bersama Oxford United musim ini, meski hanya dua kali dipercaya sebagai starter.

Romeny sebelumnya sempat mengalami cedera patah tulang metatarsal pada kaki kanan akibat tekel keras pemain Arema FC, Paulinho Mocellin, pada ajang Piala Presiden. Kini ia perlahan pulih, namun belum mampu mencetak gol di musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup