Simetrisnews – Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April bisa dirayakan dengan banyak cara sederhana namun bermakna. Salah satunya dengan menonton film yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang kesetaraan, keberanian, dan perjuangan perempuan melawan batasan sosial.
Berikut deretan film dan serial yang mengangkat kisah emansipasi perempuan dan layak ditonton saat Hari Kartini:
- Kartini (2017)
Disutradarai Hanung Bramantyo dan dibintangi Dian Sastrowardoyo, Kartini mengisahkan perjuangan R.A. Kartini melawan adat Jawa kuno yang mengekang perempuan pada awal 1900-an. Film ini menyorot upaya Kartini memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan gender bagi semua perempuan, baik bangsawan maupun rakyat biasa. - Little Women (2019)
Karya sutradara Greta Gerwig, Little Women mengikuti perjalanan empat saudari March—Jo, Meg, Amy, dan Beth—dalam menghadapi realitas hidup, mimpi, dan pilihan sebagai perempuan di zamannya. Film ini kuat dengan tema feminisme dan pendewasaan karakter. - Yuni (2021)
Film Indonesia Yuni garapan Kamila Andini menampilkan Arawinda Kirana sebagai siswi cerdas yang bercita-cita kuliah, namun terhalang budaya patriarki dan mitos pernikahan dini di lingkungannya. Yuni menjadi potret nyata tekanan sosial yang dihadapi banyak remaja perempuan. - Hidden Figures (2016)
Film biografi Hidden Figures mengangkat kisah nyata tiga ilmuwan perempuan Afrika-Amerika di NASA pada 1960-an. Mereka menghadapi diskriminasi rasial dan gender, namun membuktikan bahwa kecerdasan dan ketekunan mampu menembus batasan tersebut. - Gadis Kretek (2023)
Serial Gadis Kretek adaptasi novel karya Ratih Kumala, disutradarai Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, mengisahkan perjalanan Jeng Yah di tengah sejarah industri kretek Indonesia. Serial ini menampilkan sisi kuat perempuan dalam pusaran konflik bisnis, cinta, dan sejarah.
Film-film di atas, baik dari dalam maupun luar negeri, sama-sama menghadirkan kisah inspiratif tentang keberanian perempuan memperjuangkan hak dan mimpinya. Menontonnya di Hari Kartini bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi tentang pentingnya kesetaraan dan emansipasi.
