Nasi Bukan Musuh Berat Badan, Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB

Simetrisnews — Nasi sering dianggap penyebab perut buncit dan kegemukan, tapi menurut Guru Besar Pangan dan Gizi Prof Ali Khomsan, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Masalah utamanya adalah kebiasaan konsumsi, bukan nasi itu sendiri.


Prof Ali menjelaskan, nasi enak membuat orang sulit berhenti makan sehingga porsinya sering melebihi kebutuhan energi harian. Satu porsi nasi putih (sekitar 200 gram) hanya menyumbang ±260 kkal, sekitar 13% dari kebutuhan harian rata-rata orang dewasa. Kenaikan berat badan biasanya dipicu lauk digoreng, santan berlebih, atau kebiasaan nambah nasi.


Ia menambahkan, kelebihan konsumsi karbohidrat lain seperti singkong atau ubi juga berdampak sama terhadap berat badan. Solusi jangka panjang bukan memusuhi nasi, tetapi edukasi gizi, menjaga keseimbangan pola makan, dan gaya hidup aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo