Bisnis

MSCI Soroti Transparansi, Pakar Nilai Pasar Modal Indonesia Sedang Sakit

Simetrisnews – Anjloknya pasar modal Tanah Air dipengaruhi berbagai faktor. Ini juga jadi sorotan para pakar ekonomi untuk pemerintah melakukan pembenahan.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut menyoroti transparansi pada pasar modal Indonesia.

Seiring pengumuman transparansi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut melemah pada perdagangan 28-29 Januari 2026, yang puncaknya ditandai beberapa pejabat tinggi Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan mengundurkan diri.

Rektor Universitas Paramadina yang juga ekonom senior Didik J. Rachbini menilai peringatan MSCI menjadi tanda sakitnya pasar modal Indonesia.

“Dalam kaitan pasar modal Indonesia terutama setelah momen MSCI, mengisyaratkan bahwa pasar modal kita sakit,” ungkap Didik dalam keterangan tertulis yang diterima Simetrisnews, Kamis (19/2/2026).

Didik menjelaskan, banyak perusahaan Indonesia yang mendapat kucuran modal dari mekanisme pasar saham Indonesia. Perbaikan tata kelola perlu dilakukan mengingat pasar modal turut membantu menjaga stabilitas makro ekonomi.

“Kasus pasar modal baru-baru ini problemnya ada di tata Kelola. Lalu market deepening, dan penguatan investor domestic termasuk peranan asuransi dana pensiun, dan lain-lain. Fakto paling penting harus disadari adalah pasar modal itu sesuatu yang sangat sensitif terutama hubungannya dengan stabilitas makro,” terang Didik.

Didik menambahkan, pasar modal terhubung dengan keuangan global. Didik mengibaratkan pasar modal sebagai bendungan yang banyak mengairi banyak perusahaan.

“Pasar modal adalah koneksi modal keuangan terutama dengan pasar keuangan global. Dia seperti bendungan, begitu juga dengan APBN dan Dana Pensiun, maka pasar modal juga sebuah bendungan yang amat besar yang bisa mengairi banyak bisnis,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup