Simetrisnews – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap lonjakan signifikan kasus gagal ginjal di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Peningkatan ini bahkan tercermin dari beban pembiayaan di BPJS Kesehatan yang melonjak hingga 476,2 persen.
Angka tersebut, menurut Menkes, melampaui kenaikan pembiayaan untuk penyakit besar lain seperti jantung, kanker, dan stroke.
“Ada juga beberapa angka menarik, misalnya ginjal tuh, naiknya sampai 476 persen tuh dalam lima tahun terakhir,” ujar Budi saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Budi menegaskan bahwa salah satu pemicu utama meningkatnya kasus gagal ginjal adalah tingginya konsumsi gula masyarakat. Karena itu, Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan kebijakan Nutri-Level, sistem pelabelan makanan dan minuman berdasarkan kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL).
Melalui sistem ini, produk akan diberi peringkat dari A hingga D dengan kode warna:
- A (hijau tua) – paling sehat
- D (merah) – perlu dibatasi
Label ini diharapkan membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih asupan harian sekaligus menekan risiko penyakit metabolik yang berujung pada gagal ginjal.
“Ginjal itu penyebab utamanya gula, pak. Itu sebabnya kami mau tekan gula ini supaya jangan sampai orang Indonesia gagal ginjal sampai Rp13 triliun sendiri BPJS hanya untuk bayar beban ginjal,” tegasnya.
Kebijakan Nutri-Level diproyeksikan menjadi instrumen pencegahan berbasis edukasi konsumen, bukan hanya pengobatan, guna mengendalikan lonjakan penyakit kronis di masa depan.
