Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Program Kemenhut Ramah Hewan untuk Lindungi Kucing Jalanan
Simetrisnews – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meluncurkan program Kemenhut Ramah Hewan yang bertujuan melindungi kucing jalanan atau stray cat di lingkungan kantor Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Baca Juga :
- Jaksa Agung Minta Korps Adhyaksa Tak Terjebak Fenomena “No Viral No Justice”
- Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Program Kemenhut Ramah Hewan untuk Lindungi Kucing Jalanan
- Keutamaan Salat Tarawih di 10 Malam Terakhir Ramadan
- BMKG Prediksi Banjir Rob saat Lebaran, Komisi V DPR Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi
- KPK Ungkap Peran Bos Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut
Dalam program tersebut, sebanyak sepuluh penanda tempat traktir kucing ditempatkan di kawasan Kompleks Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.
Selain menyediakan tempat makan bagi kucing jalanan, kegiatan ini juga disertai program sterilisasi, trap-neuter-release (TNR), serta pemberian vaksin rabies bagi kucing liar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026).
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah terhadap satwa di lingkungan kementerian.
Kegiatan tersebut juga melibatkan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia, Francine Widjojo, serta sejumlah komunitas pegiat kesejahteraan hewan.
Raja Juli menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi berbagai satwa di Indonesia, termasuk satwa liar seperti Gajah, Harimau, hingga Tapir.
Namun menurutnya, kepedulian terhadap satwa bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.
“Hal-hal besar sering kali dimulai dari hal-hal kecil. Jika kita ingin berbicara tentang melindungi satwa dan lingkungan, maka kita bisa memulainya dari rumah kita sendiri, termasuk di lingkungan Kementerian Kehutanan,” ujarnya.
Raja Juli juga mengaku kerap memberi makan kucing-kucing jalanan di sekitar kantor dan mengajak seluruh pegawai kementerian untuk memperlakukan satwa, khususnya kucing, dengan lebih baik dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Francine Widjojo menyambut positif program tersebut. Ia berharap langkah ini tidak hanya diterapkan di Jakarta, tetapi juga dapat diikuti oleh berbagai kementerian dan lembaga lain di Indonesia.
Menurutnya, semakin banyak area ramah hewan serta program pengendalian populasi melalui sterilisasi akan membantu mewujudkan Indonesia yang lebih peduli terhadap kesejahteraan satwa.
















Tinggalkan Balasan