Mendikdasmen Pastikan Mapel Koding dan AI Aman dan Tetap Perkuat Kemampuan Otentik Murid
Simetrisnews – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kehadiran mata pelajaran (mapel) artificial intelligence (AI) dan koding tidak akan membuat murid malas. Pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengombinasikan pembelajaran modern dengan metode tradisional.
Mu’ti menjelaskan, meski teknologi menjadi bagian dari pendidikan, Kemendikdasmen tetap mempertahankan metode konvensional. Salah satunya melalui penugasan menulis tangan agar murid tetap aktif berpikir dan bergerak. “Mereka bisa menonton video pembelajaran, tapi resume tetap dibuat dengan tulis tangan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Dengan tugas menulis mandiri, menteri yakin pekerjaan rumah dikerjakan murid sendiri, sekaligus melatih kemampuan otentik anak. Menulis tidak hanya mengasah gagasan, tapi juga motorik, berbeda dengan aktivitas di ponsel yang hanya menggunakan dua jari.
Materi Mapel Koding-AI Dijamin Aman
Mu’ti juga memastikan materi mapel koding dan AI aman bagi murid, termasuk yang berusia di bawah 16 tahun. Pemerintah telah menerbitkan SKB 7 Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital serta AI di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.
SKB ini memastikan pemanfaatan teknologi digital dan AI dilakukan secara bijak dan sesuai kesiapan peserta didik. Selain murid, guru pengajar mapel koding-AI juga mendapat pelatihan. Semua materi disediakan terpusat oleh Kemendikdasmen agar pembelajaran tetap aman dan mendukung kegiatan belajar.
“Mata pelajaran ini bertujuan agar murid memiliki kemampuan menggunakan koding dan AI secara aman dan mendukung pembelajaran,” pungkas Mu’ti.













