Tips Merawat Sepeda Motor Listrik Di Musim Hujan

Simetrisnews– Tren peralihan ke kendaraan listrik roda dua di Indonesia kian terlihat jelas di jalanan. Namun di balik efisiensi dan ramah lingkungannya, motor listrik menyimpan tantangan tersendiri, terutama saat harus menghadapi musim hujan dan risiko banjir.

Berbeda dengan sepeda motor konvensional, motor listrik memiliki sejumlah komponen yang sensitif terhadap air. Mulai dari baterai, kabel kelistrikan, hingga unit motor listrik menjadi bagian vital yang rentan mengalami gangguan jika terpapar air secara berlebihan.

Ketika motor listrik nekat melintasi genangan atau bahkan terendam banjir, risiko korsleting, kerusakan sistem penggerak, hingga kegagalan fungsi elektrikal bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar.


Meski dirancang memiliki tingkat perlindungan tertentu, motor listrik tetap memiliki batas aman yang tidak boleh dilampaui.

Dilansir dari blog.ibid.astra, pakar otomotif menyarankan batas aman motor listrik saat melintasi genangan air berada di kisaran 20–30 sentimeter, atau setara dengan tinggi dek kaki maupun as roda. Batas ini dinilai masih aman untuk mencegah komponen penting seperti baterai dan controller ikut terendam.

Jika ketinggian air sudah melebihi batas tersebut, risiko kerusakan komponen elektronik vital, seperti controller dan baterai, akan meningkat drastis.
Air yang masuk ke dalam sistem dapat menyebabkan gangguan permanen yang berdampak pada performa hingga keselamatan pengendara.

Tak hanya saat melintasi genangan, kebiasaan setelah melewati banjir juga perlu mendapat perhatian.

Banyak pemilik motor listrik yang langsung menyalakan kendaraan atau bahkan mengisi daya baterai. Padahal, langkah tersebut justru berpotensi memperparah kondisi jika komponen internal masih dalam keadaan basah.
Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh
Berdasarkan panduan teknis, penanganan yang benar setelah melewati genangan atau banjir adalah memastikan seluruh komponen benar-benar kering.

Selain itu, sisa kotoran dari air banjir perlu dibersihkan, serta dilakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum motor kembali digunakan.

Perlu diingat, air banjir umumnya mengandung lumpur, pasir, dan zat korosif yang dapat mempercepat kerusakan soket, kabel, hingga sel baterai jika tidak segera dibersihkan.
Dengan berbagai risiko tersebut, menghindari rute rawan banjir atau memilih jalur alternatif yang lebih aman tetap menjadi pilihan paling bijak bagi pengguna motor listrik.

Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga usia pakai kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kerusakan yang merugikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup