Simetrisnews.com

MBG Tak Lagi Merata, Kini Dipusatkan ke Wilayah Paling Membutuhkan

Simetrisnews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diprioritaskan menyasar wilayah dengan angka kemiskinan tinggi, rawan pangan, serta prevalensi stunting besar, sesuai arahan Prabowo Subianto. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan sebagai fase krusial pencegahan masalah gizi jangka panjang.

Wakil Kepala Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menjelaskan penentuan prioritas dilakukan berbasis pemetaan data wilayah rawan pangan, penduduk miskin, dan daerah dengan persoalan gizi.

“Dari data yang kami terima, terdapat wilayah rawan pangan, wilayah dengan penduduk miskin, serta daerah dengan prevalensi masalah gizi yang menjadi dasar penentuan prioritas pelaksanaan program,” ujarnya Jakarta, 23/04

Menurut Sony, data tersebut mencakup ratusan kabupaten dan kota yang akan menjadi fokus intervensi MBG di lapangan. Pemetaan ini menjadi acuan utama agar distribusi program benar-benar menjangkau daerah yang paling membutuhkan.

“Data-data ini kami gunakan agar pelaksanaan program MBG benar-benar terarah kepada wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah rawan pangan, penduduk miskin, dan wilayah dengan masalah gizi,” jelasnya.

Pendekatan berbasis data ini juga memastikan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga santri mendapatkan layanan pemenuhan gizi secara optimal.

“Dengan data yang terarah, intervensi program dapat difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional menggelar Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat MBG pada 23/04 di Jakarta untuk memastikan validitas dan sinkronisasi data penerima manfaat.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus mendorong pemerataan akses gizi di berbagai wilayah Indonesia yang masih menghadapi persoalan stunting dan kerawanan pangan.

Exit mobile version