Klinsmann Soroti Minimnya Kepercayaan Pemain Muda

Simetrisnews – Legenda Timnas Jerman, Jürgen Klinsmann, ikut menyoroti kegagalan Italia lolos ke FIFA World Cup 2026. Ia menilai akar masalah Gli Azzurri terletak pada minimnya kepercayaan klub-klub papan atas Serie A terhadap pemain muda potensial dalam negeri.

Italia tersingkir usai kalah adu penalti dari Bosnia and Herzegovina national football team di final playoff pada 31 Maret. Kegagalan ini menjadi yang ketiga secara beruntun setelah absen pada edisi 2018 dan 2022.

Padahal, prestasi tim kelompok umur Italia dalam beberapa tahun terakhir tergolong impresif. Mereka menjuarai UEFA European Under-19 Championship, menjadi runner-up FIFA U-20 World Cup, serta menjuarai UEFA European Under-17 Championship. Pembinaan usia muda dinilai berjalan baik, namun peluang tampil di level senior sangat terbatas.

Banyak talenta muda Italia justru dipinjamkan ke Serie B atau Serie C demi menit bermain, alih-alih diberi kesempatan di tim utama. Situasi ini menciptakan kesenjangan kualitas dengan negara seperti Spanyol, Prancis, dan Jerman yang berani memberi panggung kepada pemain muda di level elite.

“Italia menanggung akibat dari kurangnya sosok pemimpin, kurangnya pemain yang mampu menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu, dan kurangnya kepercayaan pada pemain muda,” ujar Klinsmann kepada Corriere dello Sport.

Ia bahkan menyindir, pemain muda seperti Lamine Yamal dan Jamal Musiala kemungkinan besar akan dikirim ke Serie B jika berada di Italia.

Menurut eks penyerang Inter Milan dan UC Sampdoria itu, banyak pelatih di Italia masih bermain aman dengan filosofi “jangan kalah” ketimbang “harus menang”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup