Simetrisnews.com

Kisah Pezina Diampuni karena Memberi Minum Anjing

Simetrisnews – Dalam khazanah hadits shahih, terdapat kisah masyhur yang menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT, bahkan kepada seorang pendosa. Seorang wanita pezina dari Bani Israil diampuni dosanya hanya karena menolong seekor anjing yang hampir mati kehausan.

Kisah ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW menceritakan bahwa seekor anjing terlihat berputar-putar di sekitar sumur karena sangat haus. Pada saat itu, seorang wanita pezina melintas dan melihat kondisi hewan tersebut.

Wanita itu kemudian melepas sepatu kulitnya, menimba air dari sumur dengan sepatu tersebut, lalu memberi minum kepada anjing itu. Perbuatan yang tampak sederhana ini justru mendatangkan ampunan Allah SWT baginya.

Berikut redaksi haditsnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Al-Anbiyaa:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ.

Artinya:
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketika seekor anjing berputar di sekitar sumur dan hampir mati karena kehausan, seorang pezina dari Bani Israil melihatnya. Ia melepas sepatu kulitnya, lalu memberi minum anjing tersebut. Maka ia diampuni karena perbuatannya itu.” (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain, Imam Al-Bukhari juga menyebut kisah serupa tentang seorang laki-laki yang memberi minum anjing kehausan:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي فَاشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَنَزَلَ بِكْرًا فَشَرِبَ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثْ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ ثُمَّ رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ … قَالَ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ.

Artinya:
Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang merasa sangat haus, lalu ia turun ke sumur dan minum. Ketika keluar, ia melihat anjing menjulurkan lidahnya karena haus. Ia berkata, ‘Anjing ini merasakan seperti yang aku rasakan.’ Ia pun mengisi sepatunya dengan air dan memberi minum anjing itu. Maka Allah mensyukurinya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Apakah kami mendapat pahala karena berbuat baik kepada hewan?” Beliau menjawab, “Pada setiap makhluk bernyawa terdapat pahala.” (HR Bukhari)

Hadits-hadits ini juga dihimpun dalam kitab Al-Lu’lu wal Marjan karya Muhammad Fuad Abdul Baqi.

Kisah tersebut kerap dijadikan dalil tentang besarnya rahmat dan ampunan Allah SWT, sekaligus anjuran untuk berbuat baik kepada hewan, bahkan kepada hewan yang tidak boleh dimakan.

Sebaliknya, Rasulullah SAW juga mengingatkan tentang ancaman bagi orang yang menyiksa hewan. Dalam hadits lain disebutkan, seorang wanita masuk neraka karena mengurung seekor kucing tanpa diberi makan atau dilepaskan mencari makan sendiri. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

Kisah-kisah ini menegaskan bahwa rahmat Allah SWT sangat luas, dan kebaikan sekecil apa pun, termasuk kepada hewan, memiliki nilai besar di sisi-Nya.

Wallahu a’lam.

Exit mobile version