Kim Jong Un Kembali Terpilih, Pemilu Korea Utara Dinilai Sekadar Formalitas
Simetrisnews – Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara. Keputusan ini diambil dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi untuk masa jabatan ke-15 pada 22 Maret 2026.
Baca Juga:
- Komisi Pemberantasan Korupsi Ungkap Alasan Yaqut Jadi Tahanan Rumah
- Yaqut Cholil Qoumas Bersyukur Bisa Sungkem Saat Lebaran Meski Sempat Jadi Tahanan Rumah
- Polisi Antisipasi Gelombang Kedua Wisata Puncak, Rekayasa Lalin Disiapkan Jika Lonjakan Terjadi
- NETANYAHU KONFIRMASI PEMBICARAN DENGAN TRUMP: “KEBERHASILAN MILITER BISA JADI KESEPAKATAN YANG MELINDUNGI ISRAEL” JERUSALEM – WASHINGTON, 24 MARET 2026
- Kim Jong Un Kembali Terpilih, Pemilu Korea Utara Dinilai Sekadar Formalitas
Media pemerintah KCNA melaporkan bahwa pemilihan ulang Kim mencerminkan “kehendak bulat seluruh rakyat Korea” dan menegaskan posisinya sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.
Kim sendiri telah memimpin Korea Utara sejak 2011, melanjutkan kekuasaan dinasti keluarganya yang dimulai oleh kakeknya, Kim Il Sung pada 1948.
Namun, proses pemilu ini kembali menuai kritik dari pengamat internasional. Analis menilai pemilihan di Korea Utara tidak berlangsung kompetitif karena hanya menghadirkan satu kandidat yang diajukan oleh partai penguasa.
Menurut analis dari Institut Analisis Pertahanan Korea, proses tersebut merupakan “acara yang sangat terencana dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya” demi memberikan legitimasi politik bagi rezim yang berkuasa.
Dalam prosesnya, sebanyak 687 deputi terpilih ke Majelis Rakyat Tertinggi. Warga berusia di atas 17 tahun hanya diberi opsi untuk menyetujui atau menolak kandidat tunggal tersebut.
Hasilnya, pemilu mencatat dukungan sebesar 99,93% dengan tingkat partisipasi mencapai 99,99%, angka yang kembali memicu skeptisisme dari komunitas internasional.
Sidang parlemen kali ini juga diperkirakan akan membahas kemungkinan perubahan konstitusi, termasuk penguatan posisi Korea Selatan sebagai negara yang dianggap bermusuhan secara resmi.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Kim. Ia
menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis antara Moskow dan Pyongyang.
Hubungan kedua negara memang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penandatanganan perjanjian pertahanan bersama pada 2024 serta dukungan militer Korea Utara dalam konflik Rusia-Ukraina.













