Simetrisnews – Bau menyengat dari cat dinding yang baru diaplikasikan sering kali membuat penghuni rumah merasa pusing, mual, hingga tidak nyaman berada lama di dalam ruangan.
Bau tersebut berasal dari senyawa kimia bernama VOC (Volatile Organic Compounds), yaitu senyawa organik yang menguap ke udara setelah cat diaplikasikan ke permukaan dinding.
Dilansir dari HowStuffWorks, VOC memang terkandung hampir di semua jenis cat karena membantu cat lebih tahan lama dan mempercepat proses pengeringan. Namun, saat menguap, senyawa ini berubah menjadi uap yang terhirup oleh manusia.
Sementara itu, Healthline menyebut beberapa contoh VOC yang umum terdapat dalam cat, seperti toluena, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzena.
Dampak Bau Cat bagi Kesehatan
Menghirup uap VOC dari cat yang baru diaplikasikan memang berdampak pada kesehatan.
Efek jangka pendek yang sering dirasakan antara lain:
- Pusing
- Mual
- Sesak napas
- Mata, hidung, dan tenggorokan terasa perih
Sedangkan efek jangka panjang dapat memengaruhi:
- Sistem saraf
- Hati
- Ginjal
Tingkat dampaknya berbeda pada setiap orang, tergantung daya tahan tubuh masing-masing.
Karena itu, saat proses pengecatan dianjurkan menggunakan masker dan memastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap berjalan.
Berapa Lama Ruangan Harus Dikosongkan?
Menurut kontraktor Wildan, ruangan yang baru dicat sebaiknya tidak langsung ditempati.
“Biasanya 2–3 hari bau catnya sudah hilang. Amannya semingguan,” ujarnya.
Ruangan perlu dibiarkan terbuka atau minimal memiliki ventilasi agar uap VOC tidak terperangkap di dalam ruangan. Jika memungkinkan, gunakan kipas angin selama proses pengecatan agar udara terus bergerak.
Langkah ini penting untuk mencegah paparan uap kimia berlebih yang bisa memicu gangguan kesehatan.
