Kemenag Rencanakan Pembangunan Madrasah Terintegrasi Lengkap di IKN
Simetrisnews – Kementerian Agama (Kemenag) tengah merencanakan pembangunan Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan rencana ini saat meninjau lokasi IKN pada Jumat (20/2/2026).
“Jadi kita melakukan peninjauan di IKN. Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah. Direktorat mana, atau aturan bagaimana dari Kementerian Agama ini akan pindah secara bertahap. Dan yang selanjutnya, kita akan juga melihat volume kerja dan sistem kerja di sini,” ujar Menag dikutip dari laman Kemenag, Senin (23/2).
Madrasah Terpadu dengan Fasilitas Lengkap
Dalam pertemuannya dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Menag menjelaskan kawasan pendidikan ini akan dirancang lengkap dengan asrama, fasilitas olahraga, masjid, dan sarana pendukung lain. Kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 21 hektare.
Madrasah Terintegrasi diharapkan menjadi solusi pendidikan berkualitas bagi warga IKN dan sekitarnya, seiring pertumbuhan penduduk di ibu kota baru. Kepala Otorita IKN pun menyatakan kesiapan menyediakan lahan guna mendukung rencana tersebut.
Selain pembangunan madrasah, Menag juga meninjau perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berdialog dengan ASN dan tenaga kesehatan untuk mengevaluasi pengalaman kerja serta kesiapan layanan di kawasan IKN.
“Saya melihat ini sangat efisien, sangat efektif. Karyawannya disiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya. Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” tambah Menag.
Menag juga menambahkan, kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang bagi Kemenag untuk memperkuat koordinasi vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus selalu terpusat di Jakarta.
“Mudah-mudahan pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasi seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak mesti harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkasnya.













