Kebakaran di Tambora Hanguskan Ruko dan Puluhan Rumah, 213 Warga Terdampak
Simetrisnews – Kebakaran hebat melanda kawasan Tambora, Jakarta Barat, yang menghanguskan sebuah rumah toko (ruko) serta puluhan rumah warga. Insiden tersebut menyebabkan ratusan warga terdampak.
Kasi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Ahmad Saiful Kahfi, menyebutkan kebakaran berdampak pada 58 kepala keluarga atau sekitar 213 jiwa.
Warga terdampak berasal dari dua wilayah rukun tetangga, yakni RT 10 dan RT 11 di Jalan Tanah Sereal, Kelurahan Tanah Sereal, Tambora.
Kebakaran bermula dari sebuah ruko di kawasan tersebut dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Warga pertama kali mengetahui kejadian itu saat melihat karyawan konveksi berlarian meminta pertolongan.
Api diduga muncul dari mesin konveksi di lantai satu bangunan dan dengan cepat merambat hingga ke lantai tiga. Upaya pemadaman awal oleh warga tidak berhasil karena api semakin membesar.
Peristiwa tersebut dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran pada pukul 02.34 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 02.42 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, kebakaran menghanguskan sekitar 25 rumah dan berdampak pada sekitar 200 warga dari 20 kepala keluarga.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M Yohan, menyebut penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada mesin konveksi di ruko tersebut.
Dalam kejadian ini, lima petugas pemadam dan dua warga dilaporkan mengalami luka-luka. Para petugas mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sesak napas saat proses pemadaman, hingga terjatuh dari tangga.
Sementara dua warga yang terluka adalah remaja berinisial ANS (17) dan SBL (16) yang mengalami luka di telapak kaki serta sesak napas saat kebakaran terjadi.
Warga terdampak sementara mengungsi di musala yang berada di Jalan Tanah Sereal XII Gang Unitas, Tambora.
Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 08.42 WIB.
Petugas masih melakukan penguraian material yang terbakar untuk memastikan tidak ada potensi api menyala kembali.
Proses tersebut juga terkendala puing-puing bangunan yang menutupi material terbakar di dalam ruko konveksi.
















Tinggalkan Balasan