Kasus Air Keras Andri Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku

Simetrisnews – Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyampaikan terima kasih atas dukungan luas yang diberikan kepadanya pasca teror penyiraman air keras yang dialaminya. Dalam rekaman suara yang dibagikan KontraS melalui Instagram, Andrie menyebut pelaku sebagai orang-orang pengecut.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujar Andrie.

Andrie menegaskan dirinya akan tetap kuat dan tegar berkat dukungan berbagai pihak.

“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. A luta continua! Panjang umur perjuangan!”

KontraS menyebut rekaman suara itu diambil pada 1 April 2026. Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU RSCM. Pihak keluarga, kuasa hukum, serta rumah sakit membatasi kunjungan demi menjaga privasi dan ketenangan pasien selama masa pemulihan.

Kasus ini bermula dari peristiwa penyiraman air keras yang dialami Andrie pada Kamis malam (12/3). Penanganan perkara kemudian dilakukan oleh Puspom TNI yang menangkap empat orang terduga pelaku.

Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan keempat terduga pelaku merupakan anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

“Keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI,” ujarnya di Mabes TNI.
Keempat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, dan saat ini masih dalam proses pendalaman.

Perkembangan terbaru, Komnas HAM mendesak proses penyidikan dilakukan secara transparan. Komnas HAM bahkan meminta agar identitas para pelaku segera diumumkan kepada publik serta membuka akses pengawasan eksternal.

Komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian menyatakan pihaknya telah meminta keterangan sejumlah pejabat TNI, termasuk Danpuspom, Kababinkum HAM, serta Wakapuspen beserta jajaran terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup