Karang Hawu Diserbu Wisatawan, Lautan Manusia Padati Pantai di H+2 Lebaran
Simetrisnews – Pesisir Pantai Karang Hawu di Sukabumi, Jawa Barat, dipadati ribuan wisatawan pada momen libur Lebaran. Destinasi unggulan tersebut bahkan berubah menjadi “lautan manusia” akibat membludaknya pengunjung.
Lonjakan wisatawan terlihat sejak pagi hari pada H+2 Lebaran, Senin (23/3). Garis pantai yang dikenal ikonik di selatan Jawa Barat itu dipenuhi pelancong yang datang untuk berlibur bersama keluarga.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang sangat ramai. Petugas gabungan terus memberikan imbauan melalui pengeras suara agar wisatawan tidak berenang melewati batas aman.
Di sejumlah titik, bendera merah sebagai tanda larangan berenang telah dipasang. Petugas juga rutin melakukan patroli di sepanjang pesisir guna memastikan keselamatan pengunjung.
“Bapak, Ibu, mohon jangan berenang ke tengah! Ombak sedang pasang, tolong perhatikan bendera merah!” terdengar imbauan petugas yang terus menggema di area pantai.
Selain itu, wisatawan juga diingatkan untuk tidak berswafoto di area karang. Kondisi air laut yang sedang pasang membuat kawasan tersebut berbahaya karena ombak bisa datang sewaktu-waktu.
Langkah preventif yang dilakukan petugas mendapat apresiasi dari pengunjung. Rahman (38), wisatawan asal Bogor, menilai imbauan tersebut justru penting untuk menjaga keselamatan.
“Bagus petugasnya terus mengingatkan. Kadang kalau sudah asyik main air atau foto, kita suka lupa. Dengan adanya petugas, kita jadi lebih waspada,” ujarnya.
Meski akses menuju lokasi terpantau padat merayap, hal itu tidak menyurutkan minat warga untuk berlibur. Kemacetan bahkan dianggap sebagai bagian dari tradisi libur Lebaran.
Siska (32), wisatawan asal Bandung, menyebut kemacetan sebagai “seni” yang selalu melekat dalam perjalanan mudik dan liburan.
“Macet itu sudah jadi seni libur Lebaran. Kami sudah siap bawa makanan dan minuman di mobil, jadi tetap santai meski perjalanan lama,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi beberapa ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan, diduga akibat dampak bencana alam, sehingga menambah kepadatan dan debu di perjalanan.
Hingga kini, arus wisatawan menuju Pantai Karang Hawu dan sekitarnya masih tinggi. Petugas gabungan pun tetap bersiaga penuh guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung.













